Rabu : Rapi Tersusun – Membangun Kebersamaan yang Berkualitas, bukan sekedar berkumpul

23 November 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: I Korintus 12:20-25; Efesus 2:21

A. PENGANTAR

Berdasarkan pembahasan dalam Efesus 2:21, bahwa di dalam Tuhan, seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus. Frase ini menunjukkan bahwa terbentuknya bangunan yang rapi tersusun sebagai bait Allah adalah dikerjakan oleh Allah dengan memberikan pola pertumbuhan dari Allah untuk diikuti oleh anak-anak Tuhan. Allah menghendaki agar tubuhnya yang terdiri dari berbagai peran dan fungsi di dalam gereja lokal membantuk satu ikatan hubungan pelayanan yang kuat dan langgeng, tahan terhadap badai konflik. Garansi kekuatan hubungan antara anak Tuhan adalah ketika hubungan tersebut didasarkan pada pemahaman dan tindakan yang penuh kasih Allah.

Kegiatan perkumpulan rohani seperti persekutuan atau kegiatan ibadah raya, akan menjadi sangat bermakna di dalam membangun kebersamaan yang kuat dan memberikan dampak pertumbuhan spiritualitas kepada jemaat, ketika setiap anggota jemaat yang telah memahami dan mulai belajar melayani satu dengan lainnya dengan karunia rohani. Bukan sekedar bertemu dan canda tawa , tetapi seharusnya kasih Allah membawa gerejaNya masuk ke dalam hubungan kasih yang lebih dalam , praktis dan bermakna membangun kehidupan rohani orang lain.

Pernahkan Anda mendengar istilah “Keling” yang menjadi komponen kecil di dalam pembangunan sebuah kapal laut? “Keling” adalah paku berkepala dua untuk menyambungkan besi. Para ilmuwan telah sepakat bahwa keling yang cacat merupakan penyebab tenggelamnya kapal Titanic yang “tak dapat tenggelam” itu. Menurut para peneliti yang baru-baru ini menyelidiki bagian-bagian kapal yang berhasil dikumpulkan dari puing-puing Titanic, keling kapal yang terbuat dari besi tempa, bukannya baja, menyebabkan badan kapal terbuka seperti resleting. Nasib Titanic membuktikan bahwa menghabiskan uang untuk peralatan mewah dan promosi publik, tetapi mengabaikan bagian-bagian yang “kecil” tetapi berperan sangat besar dan strategis yang salah satunya untuk keselamatan kapal- adalah merupakan tindakan bodoh.
Bagian kecil “Keling” adalah sebagai ilustrasi di dalam satu kesatuan tim pelayanan. Bagian yang lemah diberikan perhatian khusus dan ditolong agar memberikan kekuatan kebersamaan tatkala sedang mengerjakan satu tugas pelayanan. Pengabaian pada satu bagian yang lemah atau pribadi yang lemah dalam tim akan sangat berpengaruh dalam kesehatian. Itu sebabnya, kata ‘rapi tersusun’ adalah hasil dari kerjasama yang kompak dan bertujuan melayani, melalui sinergi yang kuat menanggung yang lemah, sehingga terhindar perpecahan dalam tim. Jikalau “keling” yang memiliki kelemahan , seharusnya segera diganti dengan “keling” baja sehingga potensi kecelakaan dan maut dari kapal titanic dapat dicegah.

Dia atas semua itu, kenakanlah kasih yang mempersatukan sehingga bangunan yang rapi tersusun dapat terbentuk sehingga kebersamaan antara anak Tuhan menjadi sangat kuat dan produktif dalam melayani Dia.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : I Korintus 12:20-25; Efesus 2:21

  1. Apakah yang dikatakan ayat 23 dan 25?

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Bagaimanakah hubungan antara rapi tersusun dengan memberikan penghormatan bagi bagian tubuh yang tidak elok? (I Kor 12:24)

B.3. MELAKUKAN (M3)

Cobalah Anda mulai melihat di dalam komunitas Kristen Anda, sekiranya ada anggota yang membutuhkan kekuatan dari Anda sehingga membentuk satu jalinan kasih dan kerjasama melayani yang rapi dan kokoh. Mulailah bertindak membantunya.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Berbagilah kekuatan Anda melalui keahlian khusus untuk saling bertolong-tolongan dengan saudara seiman di dalam komunitas Anda.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47