Jumat : Mempercayai & Mempercayakan

09 Desember 2022

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: 2 Timotius 2:1-2

A. PENGANTAR

Salah satu tujuan Allah menciptakan keluarga adalah melahirkan atau menghasilkan keturunan (Kej 1:26-28). Jika kita bandingkan dengan pemikiran umum tentang tujuan berkeluarga adalah memiliki keturunan, maka ada satu hal yang penting menjadi pembeda dengan keluarga pada umumnya di dunia. Keluarga Kristen menerima mandat dari Allah untuk selain beranak cucu, adalah untuk memenuhi bumi dan mengelolanya oleh keturunan yang memiliki visi (hal rohani) yang berasal dari Allah sehingga dunia dapat ditata dan dikembangkan menjadi rumah besar yang rohani bagi semua manusia. Filofosofi ini adalah dasar pemuridan Kristen

Di dalam keluarga ada rasa percaya dan mempercayakan sesuatu kepada istri dari suami atau dari orangtua kepada anak. Satu hal yang sangat penting, di dalam pemuridan haruslah ada nilai kepercayaan dari pemurid atau orang yang dituakan secara rohani, kepada yang dimuridkan (anak rohani). Kepercayaan atau mempercayai adalah satu pengakuan pemurid terhadap anak rohani sebagai pribadi yang sangat berharga di mata Tuhan dan Tuhan mempunyai rencana untuk masa depannya. Jadi dasar kepercayan itu muncul dari iman anak rohani kepada Kristus dan buah pertobatannya di dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seorang mempercayai orang lain, maka dia akan dapat mempercayakan satu hal kepada orang itu. Prinsip ini diajarkan oleh Paulus kepada Timotius sebagai nilai-nilai dan proses meghasilkan anak atau murid rohani yang baru. Jadi menghasilkan murid rohani adalah proses mengkader seseorang baik secara kerohanian, karakter maupun kemampuan.

Apakah kunci kekuatan satu proses pemuridan? Memang tidaklah mudah menghasilan murid Kristus, jika seorang pemurid tidak bergantung kepada Tuhan dalam proses ini. Jika hal ini terjadi, maka pemuridan akan terjebak ke dalam program kegiatan pelayanan semata. Inilah yang seringkali menyebabkan terjadinya kemandulan secara rohani, sehingga jarang atau tidak terjadi kaderisasi murid Kristus yang baru. Kembali kepada prinsip bahwa pemuridan adalah tentang Allah dalam diri seseorang melalui orang yang dituakan secara rohani untuk menumbuhkembangkan sifat-sifat Allah dalam diri orang Kristen (2 Tim 2:1). Belajarlah mempercayai dan mempercayakan satu tanggung jawab kepada anak-anak rohani Anda atau anak-anak jasmani di rumah Anda. Keyakinan Anda kepada Tuhan Sang pemberi kuasa pemuridan (Mat 28:18), adalah kemampuan dan kerelaan Anda untuk mempercayai dan mempercayakan tanggung jawab kepada anak rohani atau anak jasmani Anda. Dengan demikian akan meminimalkan atau menghapuskan keegoan pemurid di hadapan orang yang dimuridkan.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Bacalah : 2 Timotius 2:1-2

  1. Jadilah kuat di dalam….. (ayat 1)
  2. Apakah yang dikatakan Paulus kepada Timotius? (ayat 2)

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Menurut Anda, bagaimana Paulus mempercayakan tugas mengajar Timotius, sebelum Timotius memulai pemuridan baru?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Berlatihlah terlebih dahulu untuk mempercayai saudara seiman atau anak Anda di rumah, dengan satu pemikiran bahwa dia seorang yang berharga di mata Tuhan dan dapat berubah, bertumbuh ke arah standar Kristus. Terlebih dahulu percayalah bahwa Anda mampu memuridkan, kemudian percayai orang lain dapat menjadi murid Kristus yang berhasil.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saksikanlah bahwa pemuridan adalah satu kebenaran untuk menghasilkan pemimpin rohani yang beriman dan tangguh di tengah dunia.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47