10 Januari 2022
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Kolose 1:15-18
A. PENGANTAR
karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. (Kol 1:16)
Marilah kita melihat dengan kacamata iman masing-masing, sebagai orang Kristen. Bahwa sesungguhnya semua yang ada di bumi dan di surga diciptakan di dalam Kristus Yesus. Artinya, Yesus Kristus Yang adalah Allah, menjadi sumber struktur dan sistem kehidupan di jagad raya. Tidak ada pribadi lain seperti Yesus Kristus. Sebagai konsekuensi untuk pengikut Kristus, marilah kita memiliki pola pikir atau cara memandang kehidupan ini seperti yang Allah ajarkan. Pola pikir Allah adalah Allah yakni dalam Yesus Kristus sebagai pusat kehidupan, menjadi penguasa tunggal, titik pusat, sumber segala sesuatu untuk orang-orang yang mempercayai Dia. Sebagai refleksinya, semua bagian kehidupan kita misalnya seperi keluarga inti, keluarga rohani/gereja lokal, karir, bisnis, studi, pertemanan, talenta dan panggilan hidup adalah milikNya dan kita seyogyanya terbuka terhadap campur tangan Tuhan di dalam semua bagian hidup kita.

Dengan jujur, bagaimanakah kita dapat membuka diri terhadap Tuhan Yesus Kristus di dalam semua bagian hidup kita? Jawaban ini adalah sebatas, kemampuan kita mempercayai Dia sebagai pusat segalanya. Ketika kita mempercayai Allah sebagai pusat, maka kita sedang atau telah memutuskan untuk melepaskan semua egoisme atau ambisi pribadi dan mempersilahkan firmanNya yakni prinsip-prinsip keberhasilan dan kuasaNya mengambil alih dan menata kehidupan diri yang berpusatkan Kristus. Ini bukanlah teori, tetapi kebenaran Allah yang harus dinyatakan di dalam setiap detik kehidupan. Tidak ada pengecualian atau menutup diri terhadap firmanNya. Itulah artinya menjadikan Yesus Kristus sebagai pusat. Kendala utama adalah dosa yang masih menguasai pikiran dan perasaan sehingga membentuk kubu pikiran yang memenjarakan manusia. Itu sebabnya membuka diri adalah kunci perubahan paradigma salah kepada paradigma Alkitab yakni paradigma Kristus sebagai pusat kehidupan.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacaan: Kolose 1:15-18
- Di dalam siapakah diciptakan segala sesuatu? (ayat 16)
- Siapakah yang lebih utama dari segala sesuatu? (ayat 18)
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Apakah arti Kristus sebagai yang utama dari segala sesuatu? Bagaimana cara Anda menerapkannya?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Ambilah secarik kertas, tuliskanlah semua bagian kehidupan Anda, dan berilah tanda silang (x) yang tidak ada prinsip-prinsip kebenaran Allah di dalamnya. Lalu berdoalah dan serahkanlah bagian itu kepada Tuhan dan berkomitmen untuk selalu terbuka akan kuasa dan karyaNya.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Jika Anda merasa alami perubahan diri karena menjadikan Yesus Kristus sebagai pusat kehidupan, ceritakanlah kepada orang lain.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

