RABU : FOKUS KE DEPAN

18 Januari 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Yesaya 43:18-19

PENGANTAR

Ketika kita mengemudi kendaraan, pandangan kita harus lebih terfokus pada hal-hal yang ada di depan kita. Kendaraan lain yang melintas, jalan yang mungkin berlubang, juga manusia atau hewan yang bisa saja tiba-tiba menyeberang. Sesekali saja kita harus menengok ke spion untuk memastikan tidak ada kendaraan yang sedang mendahului kita karena suatu keperluan atau barangkali ada kendaraan yang ingin mendahului kita pada saat kita ingin berbelok arah.

PEMBELAJARAN
MENEMUKAN (M1)

Demikian juga dengan cara kita menjalani hidup. Sebaiknya pandangan kita arahkan ke depan, berfokus pada apa yang menjadi cita-cita kita pada masa yang akan datang dengan disertai rasa optimis, doa, dan kerja keras. Berfokus pada apa yang Tuhan mau kerjakan dan sediakan pada kita, atau berfokus pada “sesuatu yang baru yang sedang tumbuh” yang Tuhan mau dan sedang buat atas kita (ay 19)
Masa lalu atau hal-hal yang dahulu —rentetan kejadian yang sudah tidak bisa diubah lagi—kita hanya bisa gunakan itu sebagai bekal untuk menyongsong masa depan. Masa lalu adalah sejarah yang memberi kita pengalaman berharga agar kita lebih bijaksana dan teliti pada masa kini dan nanti. Yang lalu sudah berlalu dan tidak akan kembali!

MERENUNGKAN (M2)

Kita semua memiliki masa lalu. Ada yang gemilang penuh kemenangan sehingga orang seakan ingin terus memeluknya. Ada pula yang menimbulkan trauma sehingga orang terus dihantui oleh bayangan buruk. Kedua sikap itu sama-sama tidak sehat. Entah baik entah buruk, kita perlu belajar melepaskan masa lalu, agar kita dapat melanjutkan hidup dengan cara yang bermakna dan meraih pencapaian yang maksimal di masa mendatang. Jadi, mari kita mengarahkan pandangan ke masa depan (looking forward) dan menjadikan masa lalu sebagai acuan untuk menjadi orang yang lebih baik pada masa kini dan nanti, MASA LALU SEHARUSNYA MENJADI PENDORONG UNTUK MAJU, BUKANNYA BEBAN YANG MEMBUAT LANGKAH KITA TERTAHAN

MELAKUKAN (M3)

Mari kita komitmen untuk tidak mengingat-mengingat masa lalu kita, kekecewaan kita, kemarahan kita , iri hati, perselisihan kita dengan Saudara kita, lupakan yang telah lalu, dan mari kita berlari pada tujuan kedepan, yaitu panggilan Tuhan, untuk kita melayani Dia. Yuk fokus saja dengan apa yang Tuhan mau sediakan ke depan.

MEMBAGIKAN (M4)

Jangan ingat ingat lagi hal – hal yang dulu ya, mari perhatikan dan kerjakan berkat yang Tuhan sediakan ditahun-tahun mendatang.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47