KAMIS : Lembaran Baru, Sesungguhnya Yang Baru Sudah Datang

26 Januari 2023

Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: 2 Kor 5:17 (TB)

Dalam memasuki tahun yang baru adalah sangat baik jika kita mengambil waktu untuk sejenak merenungkan dan mengulas hal-hal yang telah terjadi yang telah kita lalui di tahun 2022, dengan maksud untuk bersyukur dan melihat blessing (berkat & kebaikan Tuhan) dari setiap peristiwa yang telah kita alami, karena dalam semua perkara yang Tuhan ijinkan baik atau buruk semuanya terjadi atas perkenanan dan seijin Tuhan, dengan maksud untuk mendewasakan dan membentuk karakter kita, agar siap untuk Tuhan pakai jadi alat kemuliaanNya, dan terus bertumbuh dalam pengenalan akan Allah, dan selalu siap untuk bergerak mengikuti kegerakanNya.

MENEMUKAN (M1)

~ 2 Kor 5:17 (TB), Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
~ Ratapan 3:22-23 (TB), Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

Pertanyaan:

  1. Hal apakah “sesungguhnya” yang Tuhan sediakan bagi kita?
  2. Seperti apakah kasih setia dan rahmat Tuhan bagi kita, dan seperti apakah setiap pagi?

MERENUNGKAN (M2)

Kata “sesungguhnya” dalam ayat hari ini artinya adalah sebenarnya, sebetulnya, yang baru sudah datang; setelah lahir baru kita benar-benar dijadikan baru, seperti bayi yang baru lahir yang membutuhkan asupan gizi yang baik agar bertumbuh dan menjadi dewasa secara rohani dan karakter yang baru didalam Kristus; NAMUN dalam realita walau telah lama bertobat dan lahir baru ternyata masih ada banyak anak-anak Tuhan yang masih kanak-kanak rohani karena pertumbuhan rohaninya belum sesuai dengan pertumbuhan karakter dan pola pikirnya, serta masih terus bergumul dengan sifat-sifat manusia lama seperti sulit mengampuni, pikiran dan perkataan dan perbuatannya masih duniawi (belum berubah), mudah mendendam, tidak mau berdamai dan sangat mudah marah, menuntut orang lain harus berubah terlebih dahulu, hati, pikiran dan perasaannya mudah “tertriger” dengan barang, orang dan situasi tertentu serta belum mampu untuk memahami perkara-perkara rohani (Baca 1 Kor 3:1-3).

MELAKUKAN (M3)

Tuhan mau agar kita memulai lembaran baru dengan berdasar kepada Firman Tuhan dan karena rindu untuk hidup semakin serupa dengan karakter Kristus.
Dan jika yang menjadi penghalang untuk engkau memulai lembaran baru adalah dosa, maka bertobatlah, jika karena pola asuh keluarga dan pengalaman buruk masa lalu maka ampuni dan berdamailah.

Oleh karena itu, komitmen apakah yang akan saudara lakukan dalam memulai lembaran baru ?

MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah pengalaman saudara membuka lembaran baru dengan berdasar kepada Janji Tuhan dan karakter keserupaan dengan Kristus.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47