24 Februari 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Yohanes 21:1-25
PENGANTAR
Sesungguhnya, Yesus telah bangkit. Kebangkitan-Nya sudah teruji dan terbukti. Secara faktual, sejarah manusia membuktikan itu. Dia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya bahkan kepada banyak orang, di tempat yang berbeda. Termasuk di pantai saat murid-murid-Nya kembali ke profesi mula-mula sebagai nelayan.
PEMBELAJARAN
Yohanes yang adalah murid kesayangan, Dialah yang mula-mula mengenal dan berkata bahwa yang berdiri di pantai dan menyuruh mereka kembali menangkap ikan dan membuang jala ke kanan itu adalah Tuhan Yesus. Sehingga mereka mendapat tangkapan ikan yang melimpah. ”Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan. “Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. (Yoh 21:7, 8) Dan peristiwa ini menjadi titik baik bagi murid-murid, bagi pengakuan mereka bahwa Yesus adalah Tuhan. Mengapa Yesus kembali disaat murid-murid meninggalkanNya, jawabannya karena Dia Tuhan
MENEMUKAN (M1)
Yesus benar-benar adalah Tuhan. Banyak hal yang telah membuktikan kebenaran ini. Semua peristiwa tentang Yesus, telah membuktikan bahwa Dialah Tuhan dan Juruselamat dunia.
Mulai dari sebelum kelahiran-Nya. Hanya Dia satu-satunya yang kelahiran dan kedatangan-Nya sudah dinubuatkan ratusan bahkan hampir ribuan tahun silam, oleh nabi-nabi.
Cara lahir-Nya dari seorang perawan suci Maria, hidup-Nya melakukan banyak kuasa mujizat, dan pengajaran-Nya yang sangat berhikmat. Dialah satu-satunya manusia yang memilki ciri dan sifat-sifat adikodrati, melebihi kodrat kemanusiaan, karena Dia adalah Tuhan.
Tetapi diatas semua nya itu peristiwa Yohanes 21 adalah bukti perbuatan Dia yang besar sebuah momentum yang penuh kasih (memiliki sifat adikrodati), Ia mau menerima kembali kegagalan dan pemberontakan murid-murid. Dan ini adalah titik awal dari kembali murid-murid kepada rencanaNya yang mulia yaitu keselamatan bagi bangsa-bangsa.

MELAKUKAN (M3)
Dia Yesus, Dialah Tuhan yang mengampuni kita dari kesalahan, Ia menebus kita melalui karya salibNya, bagi kita tidak ada pribadi yang seperti Yesus yang mau mengorbankan segalaNya bagi kita. “Marilah Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu (Matius 11:28)
MEMBAGIKAN (M4)
Sampaikan pada banyak Saudara, karena Yesus adalah Tuhan, Dia menerima kita apa adanya, untuk menjadikan mulia dihadapan-Nya.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

