26 Februari 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Yohanes 8:58
PENGANTAR
Prinsip dasar apologetika kekristenan mengenai keilahian Yesus Kristus adalah : kitab Perjanjian Baru yang mencatat kehidupan, pengajaran, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah dokumen yang dapat diandalkan. Yesus menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Yesus membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan dengan menggenapi nubuat Perjanjian Lama, dengan hidup tanpa dosa, dengan mujizat-mujizat yang Dia lakukan, dan dengan kebangkitan-Nya dari kematian.
PEMBELAJARAN
Ada banyak bukti yang mengungkapkan pernyataan Yesus mengenai keilahiannya, yaitu :
- Yesus menyatakan dirinya sebagai Tuhan
- Yesus menyatakan sebagai mesias
- Yesus menerima penyembahan
- Otoritas/Kuasa perkataan-perkataan Yesus dan mujizatNya
- Yesus memerintahkan berdoa dalam nama-Nya

MENEMUKAN (M1)
Dalam Perjanjian Lama, Tuhan menyatakan nama-Nya sebagai JHWH atau Jehovah. Dalam bahasa Indonesia ditulis sebagai TUHAN (kata ‘tuhan’ dengan huruf besar semua). Contoh dalam Keluaran 6: 2-3, ‘Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Akulah TUHAN. Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.’
TUHAN (Jehovah) tidak akan membagikan nama, hormat dan kemuliaan-Nya kepada yang lain. Yang menarik adalah perkataan-perkataan Yesus dan tindakan-tindakan-Nya membuat orang Yahudi abad pertama mengambil batu menuduh Yesus menghujat (menyamakan diri-Nya dengan TUHAN). Tetapi beberapa perkataan Yesus yang menarik kita renungkan:
Yesus mengatakan, ‘Akulah gembala yang baik’ (Yohanes 10:11), sedangkan Perjanjian Lama mengatakan, ‘TUHAN adalah gembalaku’ (Mazmur 23:1). _Yesus menyatakan Dia adalah hakim atas segala bangsa (Yohanes 5:27; Matius 25:31), Perjanjian Lama mengatakan TUHAN adalah hakim segala bangsa (Yoel 3:12). Yesus mengatakan, ‘Akulah terang dunia’ (Yohanes 8:12), Perjanjian Lama mengatakan ”TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu”& (Yesaya 60:19). Yesus berdoa kepada Bapa untuk berbagi kemuliaan kekal-Nya, “Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada” (Yohanes 17:5) dan Yesus mengatakan *Dia adalah yang pertama dan yang akhir (Wahyu 1:17), sama seperti Yehovah dalam Perjanjian Lama (Yesaya 44:6).
MERENUNGKAN (M2)
Pernyataan keilahian Yesus sangat jelas di Yohanes 8:58, ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada’ (Yohanes 8:58). Pernyataan *Keilahian Kristus banyak dinyatakan secara nyata dan tegas dalam Alkitab, yang memnuat marah orang-orang Yahudi marah. Dan kita juga melihat, dari nubuatan yang digenapi, kuasa mujizat yang dinyatakanNya, Yesus adalah pribadi yang tidak berdosa, Ia lahir dari Roh Allah dan perawan Maria, KebangkitanNya dari mati, kenaikanNya, dan semua itu dicatat dan disaksikan oleh banyak orang secara terbuka.

MELAKUKAN (M3)
Berdasarkan kehandalan naskah Perjanjian Baru kita memiliki catatan tentang pengajaran Yesus mengenai keilahian-Nya. Yesus menggenapi nubuat Perjanjian Lama mengenai mesias yang ditulis beratus-ratus tahun sebelum kelahiran-Nya, Yesus menerima penyembahan dari manusia, Yesus tidak berdosa, Yesus hidup penuh dengan mujizat-mujizat, dan Yesus bangkit dari kematian membuktikan bahwa Yesus adalah benar-benar Tuhan.
MEMBAGIKAN (M4)
Tugas kita di generasi ini adalah menerima secara iman dan percaya, dan menyatakakan iman percaya tersebut kepada dunia, bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, selamat hari Minggu God bless you all.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

