14 Maret 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: 1 Samul 15:1-11
A. PENGANTAR
Kisah tentang perintah dari Allah kepada Raja Saul yakni untuk mengalahkan dan menumpas bangsa Amalek, termasuk membunuh Raja Agag dan semua hewan milik Amalek – adalah kisah tentang prinsip ketaatan dari Allah. Samuel telah menyampaikan perintah ini dengan tegas dan melakukan evaluasi dengan tepat seperti perintah yang telah disampaikan kepada Saul. Hanya sangat disayangkan, Saul sebagai Raja, tidak mentaati dengan tepat semua perintah itu.
Faktor yang seringkali berpengaruh terhadap respon manusia yang penuh ketaatan adalah pola berpikir. Setiap orang memiliki pola berpikir sendiri, yang dibentuk sepanjang hidup dan beragam dengan pengalaman. Hal ini berkaitan dengan Konsep diri, siapa saya dan apakah kekuatan saya. Jika seseorang salah menilai siapa dirinya, maka responnya pun akan salah terhadap situasi di luar dirinya. Pemahaman siapakah Anda di mata Allah, sangat menentukan respon Anda terhadap perintah dan kebenaran Allah yang Anda baca, dengar ataupun pahami. Saul adalah seorang Raja pilihan Allah yang ditugaskan untuk mengalahkan salah satunya bangsa Amalek. Sejak awal Saul taat dan kerjakan perintah Allah. Tetapi ada satu faktor kritis dalam cara pandang jabatannya terhadap perintah Allah. Dia tahu dia harus bunuh dan tumpas semua bangsa Amalek , termasuk Raja Agag dan semua hewan, tetapi, ada satu sisi egonya sebagai Raja, yang ditunjukkan dengan penyelewengan tanggung jawab sebagai pelaku perintah Allah. Pengukuhan dia sebagai Raja telah membawa Saul masuk ke dalam pola berpikir yang menentang Allah. Kemudian terlihat dalam pembacaan nats di atas, ada area keraguan, tidak jelas atau ambigu dalam diri Saul. Di satu sisi mau taati perintah Allah, di sisi lain ada niat positif untuk tidak memancung Raja Agag dan membasmi semua penduduk Amalek dan hewan-hewan, karena ada tujuan baik yang dilihat Raja Saul. Tetapi, di mata Allah itu adalah kesalahan dan pemberontakan.

Firman Allah adalah perkataan Allah yang tepat dan kuat. Dia bukan sekedar kata-kata atau kalimat, tetapi firman Allah adalah Allah (Yohanes 1:1-5). Allah dalam Yesus Kristus adalah Pribadi yang jelas dan tegas menentang semua bentuk dosa, tidak ada komrpomi sekalipun itu baik dalam pikiran dan penilaian manusia, tetapi bagi Allah tidak. Baik belum tentu benar. Ukuran benar adalah prinsip Firman Tuhan, bukan pikiran manusia. Selalu dimulai dari pikiran dan perasaan Kristus (Filipi 2:5). Sehingga dapat disimpulkan bahwa standar Kebenaran adalah Firman Tuhan, bukan fakta. Fakta bukanlah kebenaran, karena tidak selamanya fakta adalah kebenaran, tetapi Firman Tuhan adalah selamanya kebenaran. Tegas dan tuntas dalam penerapan adalah kunci kehidupan yang tidak ragu atau tidak jelas yang seyogyanya di dalam kehidupan orang Kristen di dalam berbagai bidang kehidupan.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Bacaan: 1 Samul 15:1-11
- Apakah yang diperintahkan Allah kepada Raja Saul melalui Samuel? (ayat 3)
- Apakah yang dilakukan Raja Saul dalam peperangan melawan bangsa Amalek? (ayat 8-9)
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Apakah yang Anda pikirkan tentang keputusan Raja Saul dalam ayat 8-9? Seandainya Anda menjadi Raja Saul dalam situasi seperti itu, apakah Anda akan bertindak seperti Saul atau 100% mentaati perintah Allah dengan menumpas habis semua bangsa Amalek dan hewan-hewan? Apakah alasan Anda?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Tegaskanlah dalam hati Anda, bahwa Anda tahu, memahami dan mau melakukan dengan tepat dan penuh damai sejahtera dalam menerapkan prinsip Alkitab dalam kehidupan Anda. Yakinkanlah bahwa selamanya Firman Tuhan adalah kebenaran di atas semua falsafah dan aturan/tradisi/adat istiadat yang dibuat manusia.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Saat satu kemenangan menaklukan pikiran yang menentang prinsip Alkitab, katakanlah kepada orang lain bahwa Anda seorang Kristiani yang taat 100% kepada firman Tuhan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

