renungan minggu

MINGGU – KEBENARAN ATAU KASIH KARUNIA???

21 Mei 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Yohanes 1:14

PENGANTAR

Ada orang yang menilai kasih karunia secara lebay (hyper grace) tetapi ada juga orang yang terlalu legalistis yaitu orang-orang yang terlalu terikat dengan hukum (taurat atau law), ya orang-orang “Farisi modern, penolak kasih karunia.
Mungkin kalau penganut kasih karunia lebay ada dibandul kanan (ekstrim kanan) maka orang legalistic ada dibantu kiri (ekstrim kiri).

PEMBELAJARAN

Implikasi ajaran hyper Grace lebih meninabobokan banyak orang Kristen untuk tidak perlu berjuang untuk hidup menyerupai Kristus, serta mengesampingkan tangung jawab akan dosa (tidak perlu mengakui dosa dan bertobat kembali), karena Kristus sudah menyelesaikan semuanya (one save always save). Pembaharuan hidup bukan dilihat sebagai proses yang membutuhkan ketekunan orang percaya; namun terjadi seketika dan otomatis. Padahal dalam Kolose 3:9-10 dikatakan: “Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakukannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar khaliknya” (lihat juga Efesus 4:21-25). Bagi pengajar Hyper Grace, kasih karunia membuat Allah memandang orang percaya sempurna dalam kekudusan dan kebenaran, terlepas apapun juga yang orang Kristen itu perbuat.
Implikasi dari ajaran legalistic adalah kepatuhan seutuhnya terhadap hukum Taurat yang kaku, dan menerapkan hukum Taurat tersebut tanpa kasih karunia (grace), ketaatan mereka terhadap hukum dapat diancungkan jempol, tetapi kehilangan kasih yang dasar dan Allah sendiri.
Dua pandangan dan implikasi yang berbeda kutubnya, Bagaimana dengan kita?????

MENEMUKAN (M1)

Firman Tuhan menyatakan bahwa Yesus Kristus penuh “kasih karunia dan kebenaran” (Yohanes 1:14). Kita harus memiliki keseimbangkan dalam kedua hal ini. Kita harus hidup dalam kasih karunia namun juga hidup dalam kebenaran. Hidup dalam kebenaran berarti kita melakukan Firman Tuhan (Yohanes 17:7).
Dengan hidup yang seimbang antara kasih karunia dan kebenaran maka kita dalam melakukan perintah-perintah-Nya sebagai ungkapan terima kasih kita (Yohanes 14:15) karena membalas kemurahan Tuhan yang kita terima. Dan dengan mentaati kebenaran dengan kasih karunia kita dapat meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan hidup bijaksana, dan adil (Titus 2:11-12). Dan dengan kasih kasih karunia justru kita semakin bekerja keras melakukan kebenaran-kebenaran dalam kehidupan keristenan kita (1Kor 15:10)

MELAKUKAN (M3)

Firman (kebenaran) dan kasih karunia bersumber pada satu pribadi yang Agung , yaitu pribadi Yesus Kristus. Sebagai orang percaya, kita terus bertumbuh, baik dalam kasih karunia dan kebenaran, dengan semakin serupa dan segambar dengan Kristus

MEMBAGIKAN (M4)

Mari sharing prinsip ini bahwa “kebenaran tanpa kasih menjadi legalistic, dan kasih karunia tanpa kebenaran menjadi liar (bisa lebay)”.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47