renungan senin

SENIN- BUKAN INJIL KRISTUS YANG TERKALAHKAN

10 Juli 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Galatia 1:6-9

A. PENGANTAR

Injil adalah tentang Yesus Kristus yang telah menyelesaikan penebusan untuk menyediakan jalan keselamatan semua orang berdosa menuju Bapa Surgawi karena di dalamNya terdapat hidup yang kekal dan jaminan untuk pertumbuhan kerohanian semua pengikut Injil Kristus (Markus 1;1; Yohanes 3:16; Roma 1;16-17). Ini adalah prinsip dan identitas sejati dari Injil. Sekalipun ada pengertian bahwa Injil adalah gospel yang artinya nyanyian gereja, namun sesungguhnya Injil bukan berbicara sekedar defenisi atau teori yang sebatas wacana. Injil adalah pribadi Allah yang sempurna dan juga adalah firmanNya (Yohanes 1:1-5).

Apa yang terjadi dalam kehidupan orang Yahudi yang menjadi percaya kepada Yesus, seperti yang tertulis di dalam kitab Galatia, adalah satu bentuk respon orang-orang Yahudi di Galatia, yang begitu kuat dikuasai oleh aturan atau tradisi yang sangat kuat mengendalikan pola hidup mereka. Dalam bingkai Hukum Musa (Baca : Hukum Torah/Taurat), aturan Yahudi berlangsung dan melembaga dari generasi ke generasi. Mereka menjadi percaya kepada Injil Kristus, namun, mereka belum siap untuk mengalami perubahan pola pikir dari pola pikir Hukum Musa kepada pola pikir hukum Kristus. Ketidaksiapan ini menjadi sumber konflik yang sangat mengoncang kepribadian diri mereka. Badai ini tidak serta merta menjadikan mereka bebas 100% dari tradisi Yahudi, karena sebagai bukti mereka masih mau mengikuti injil lain yang dibuat oleh manusia yakni oleh pikiran mereka sendiri. Sebagai contoh, setelah mereka mempercayai Yesus sebagai Tuhan, mereka tetap menerapkan bahwa setiap orang Yahudi yang menjadi percaya, harus disunat (Baca : Sunat adalah aturan yang melembaga sebagai tindakan sah untuk menjadi keluarga Yahudi). Dalam hal ini bukanlah tradisi Yahudi yang terlalu kuat atau Injil yang terkalahkan, tetapi, persoalannya adalah keengganan diri mereka yang melepaskan atau dibebaskan oleh Injil Kristus. Sehingga bagi Paulus, dia berkata, : “Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,…(Galatia 1:6).

Saudara, kisah di atas bisa saja terjadi dalam kehidupan umat Tuhan yang sudah menjadi pengikut Kristus. Mungkin baru menjadi orang Kristen, atau sudah lama, dimana ada hukum-hukum manusia, apakah adat istiadat yang sepertinya sama dengan Hukum Kristus yang merupakan Injil Kristus, namun ketika ditelaah, ternyata hukum-hukum lain yang dibuat oleh manusia lebih dominan menguasai pikiran daripada Injil Kristus. Injil manusia yang disebutkan oleh Paulus adalah injil palsu yang merupakan label daripada aturan-aturan manusia (orang Yahudi) yang tidak mengizinkan kuasa Injil Kristus mengubah diri sendiri (Roma 1:16-17).
Bagaimana dengan kehidupan Anda sebagai pengikut Injil Kristus? Apakah Anda total mengizinkan Injil Kristus memulihkan pola pikir Anda di dalam berbagai bidang?

B. PEMBELAJARAN

B.1. MENEMUKAN (M1).

Bacaan: Galatia 1:6-11

  1. Apakah yang dikatakan Paulus kepada jemaat di Galatia/ (ayat 6)
  2. Apakah yang terjadi di Galatia? (ayat 7)
  3. Injil apakah yang Paulus beritakan? (ayat 11)

B.2. MERENUNGKAN (M2).

Pahami secara mendalam, apakah Injil Kristus itu (Galatia 1:1-5) dan apakah Injil manusia itu?
Menurut Anda, kenapa orang Yahudi yang percaya kepada Yesus , begitu cepat berubah pikiran oleh karena pengaruh injil manusia?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Perubahan pikiran terjadi atas keputusan Anda sendiri. Dasarnya adalah iman 100% kepada Injil Kristus. Lakukanlah dan teruslah mendalaminya.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saksikanlah Injil Kristus menjadi penyelamat dalam permasalah hidup Anda. Sampaikan pengalaman ii kepada orang terdekat Anda.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47