Renungan firman

RABU – APAKAH YANG BISA KITA LAKUKAN UNTUK DIBERKATI?

26 Juli 2023

Penerbit: Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Ulangan 28:1-68

PENGANTAR

Hukum Taurat Musa mengajarkan agar kita _(manusia) bisa hidup dalam perjanjian berkat (diberkati) maka kita harus mengikuti aturan-aturan perintah yang mengajar “Do (boleh) dan Don’t (tidak boleh)”, kewajiban yang menuntut ketaatan untuk mengalami berkat.

PEMBELAJARAN

MENEMUKAN (M1)

Kitab Ulangan 28 :1-68 mengajarkan tentang aturan berkat dan kutuk “Jika engkau baik-baik …………., dan melakukan dengan setia …….. maka TUHAN, Allahmu, akan …….. Segala berkat ini akan datang ……….jika engkau……
Aturan “Jika – Maka” ini penuh “tuntutan pada manusia”, agar manusia diberkati. Selanjutnya mulai ayat 2 sd 14 Diberkatilah engkau (manusia) (berbicara tentang berkat yang terjadi atas manusia) dan ayat 15 sd 68 bicara tentang kutuk). Ada 14 ayat bicara berkat dan ada 54 ayat bicara kutuk (lawan dari diberkati)
Banyak aturan yang bersifat “jangan”(negative atau negasi) justru kemudian membuat manusia semakin jatuh dalam dosa dan pelanggran. Hukuman yang bersifat negasi justru membuat manusia mengerti dan semakin penasaran melakukannya. “Dilarang Merokok” “jangan Merokok” justru membuat orang2 penasaran untuk merokok! Wele wele
Hukum taurat yang merupakan perintah untuk jangan melakukan justru membawa manusia semakin terperosok melakukannya dan bersalah/berdosa. Bahkan oleh hukum taurat, justru Paulus semakin mengenal dosa (baca Roma 7:14-25)

MERENUNGKAN (M2)

Aturan-aturan Musa (Taurat) yang seharusnya ditujukan untuk membawa manusia ke dalam berkat, tetapi justru terjadi sebaliknya, manusia semakin jauh dari berkat. Contohnya, ada orang yang korupsi, orang yang selingkuh, ada orang yang tinggal dalam kebencian dan kepahitan, mereka itu semua tahu bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah (berdosa), tetapi mereka tidak mampu berkuasa untuk keluar dari kesalahan atau kebiasaan salah tersebut. Aturan yang ada hanya membuat ia sadar dan tahu, tetapi untuk ia keluar dan berubah (mengalami transformasi hati) ia membutuhkan kuasa (power) dan hukum Taurat tidak memiliki daya atau kuasa itu karena kekuatan untuk mentaati nya berasal dari manusia. Kita semua tahu ayat ini “Bukannya oleh kuat dan bukannya oleh gagah, melainkan oleh Roh-Ku” (Zakaria 4:6).

MELAKUKAN (M3)

Manusia membutuhkan kuasa untuk dapat hidup dalam ketaatan dan kepatuhan penuh akan firman. Dan injil yang adalah kuasa Allah memampukan manusia untuk taat. 1 Korintus 1;24 (…Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah).
Paulus menegaskan di ayat Roma 7:24-25 Aku, manusia celaka, siapakah yang akan melepaskan aku? Syukur kepada Allah! Oleh Kristus Yesus, Tuhan kita. Tanpa Kristus, manusia tidak mampu untuk taat bahkan menyembah dan melayani Tuhan.

MEMBAGIKAN (M4)

Untuk hidup dalam berkat (janji berkat), Mari kita tidak lagi hidup dibawah hukum taurat yang justru menbawa kita mengandalkan kekuatan kita sendiri, tetapi hidup di bawah kuasa injil Kristus. dimana firman berkata, “Demikianlah sekarang tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus (Roma 8:1) Jangan lupa sampaikan ke banyak orang kabar baik kasih karunia ini!

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47