13 Agustus 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Fil 3:17-20a
Hidup yang Berpadanan dengan Injil adalah suatu wujud kehidupan orang percaya yang HIDUP BERDASARKAN INJIL KRISTUS, yang cirinya adalah teguh berdiri dalam SATU roh dan SEHATI SEJIWA BERJUANG demi IMAN yang muncul dari berita Injil, dan dengan keberanian menghadapi penganiayaan demi Kristus, SEBAB jika tidak demikian, kehidupan kekristenan bukan lagi untuk perluasan pekerjaan injil, tetapi hanya untuk mendapatkan keselamatan, kepentingan diri sendiri, dan terfokus pada hal-hal yang jasmaniah, dan menjadi “seteru salib Kristus” (seteru = lawan kata dari Berpadanan).
MENEMUKAN (M1).
~ Bacaan: Fil 3:17-20a TB, 17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. 18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. 19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. 20a Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga.

Pertanyaannya:
- Peringatan apakah yang Paulus katakan dan nyatakan sambil menangis, yang sedang terjadi pada banyak orang? (ay.17-18)
- Bagaimanakah keadaan orang yang menjadi seteru Salib Kristus (Injil)? (ay.19)
MERENUNGKAN (M2).
Perjuangan untuk hidup sebagai murid Kristus selain harus melalui jalan iman dan penderitaan secara fisik, JUGA harus menghadapi tantangan dari PEMAHAMAN dan PEMIKIRAN DUNIA, sesuatu yang dapat mendegradasi nilai Injil dalam diri kita, yang mempengaruhi (merasuki) melalui PEMBIASAAN dalam nilai, pola pikir dan gaya hidup duniawi, yang dapat membuat jemaat Tuhan secara perlahan menganggap dosa (yang tidak sesuai Firman Tuhan) sebagai hal yang biasa atau normal seperti masyarakat dunia. Karena itu, sebagai warga kerajaan sorga, mari kenali 3 (tiga) ciri SETERU INJIL (Fil 3:17-19), yaitu:
- PERUT, perut adalah gambaran dari kenikmatan dunia, yang berbicara bukan hanya makanan tetapi juga segala kenikmatan hidup yang lain, yang menguasai dunia (Hedonisme).
- AIB sebagai KEMULIAAN, yang menganggap DOSA sebagai hal yang biasa, aturan untuk dilanggar, melawan hukum karena merasa diri sebagai hukum, ukuran benar dan salah menjadi relatif tergantung diri sendiri, dosa justru sengaja diviralkan menjadi kebanggaan (Antinomian).
- PIKIRAN DUNIAWI, pikirannya hanya tertuju kepada perkara duniawi, tidak percaya pada apa yang tidak kelihatan, yang adikodrati atau yang akan datang, yang penting sekarang dan disini.” (Sekularisme).

MELAKUKAN (M3)
Dari 3 (tiga) ciri SETERU INJIL diatas, sebutkanlah urutan yang paling banyak di lingkungan rumah/pekerjaan sekitar saudara!
Dan Agar tidak menjadi SETERU INJIL, dalam ayat 17, Paulus mengatakan ikutilah teladan-ku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladan-mu.
Jika demikian, tuliskan/sebutkan 3 atau 4 orang yang dapat menjadi TELADAN bagi-mu yi:
- Salah satu Tokoh Alkitab, C/ Daud..,
- Tokoh Misionaris, ….…., 3. Pemimpin Rohani, ……,
- Mentor/Kakak PA/yg lain, ……… MEMBAGIKAN (M4) Ceritakanlah pengalaman saudara saat menjaga agar terhindar dari ciri-ciri SETERU INJIL.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

