MINGGU: “JASMERAH”

27 Agustus 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan: Wahyu 22:20-21

PENGANTAR

Jasmerah adalah satu pesan dari Bapak Proklamator kita, artinya bukanlah “jas yang warna merah’ tetapi singkatan dari Jangan Sekali-sekali Meninggalkan Sejarah. Tujuannya adalah agar kita senantiasa mengingat sejarah bangsa ini, sejarah berdirinya atau lahirnya Indonesia tahun 17 Agustus 1945. Melalui sejarah kita bisa membayangkan dan merasakan bagaimana perjuangan para pahlawan, tekad dan semangat mereka untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, pengorbanan yang mereka lakukan bukan sekedar materi tetapi korban nyawa yang tidak terhitung banyaknya. Dengan mengingat sejarah ini kita dapat untuk bersyukur dan menghargai kemerdekaan ini dengan benar. Untuk mengingat sejarah kita bisa lakukan melalui ikut belajar sejarah di kelas, bertanya kepada orang sebagai pelaku sejarah atau yang melihat langsung peristiwanya, menonton film sejarah, mengunjungi monumen dan lain-lain. Yang pasti apa yang kita alami sampai saat ini adalah hasil dari sebuah sejarah. Hari ini kita mengenal Tuhan adalah sebuah hasil sejarah, ada orang yang mendedikasikan hidupnya sehingga generasi pendahulu kita mengenal Tuhan dan mereka menceritakan turun-temurun berita injil, sampai kepada kita hari ini. Misalnya Ingwer Ludwig Nommensen, seorang misionaris Jerman datang ke tanah Batak pada tahun 1862 dan menginjili banyak suku Batak, mendirikan gereja HKBP dan menjadi ephorus pertamanya. Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler, dua orang misionaris Jerman menjadi penginjil pertama di Papua pada tahun 1855, mereka datang ke Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari. Mereka memulai pekabaran Injil tanggal 5 Februari, untuk mengenang jasa mereka, tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Injil Masuk Papua. Selanjutnya Joseph Kam, seorang misionaris Belanda datang ke Maluku tahun 1815, diberi gelar Rasul Maluku oleh masyarakat Kristen di Maluku. Kalau kita melihat jauh lagi kebelakang, para penginjil tersebut pasti punya sejarah tersendiri, mereka bukan tiba-tiba sebagai penginjil tetapi ada sejarahnya. Kita perlu belajar semuanya ini, tentunya akan lebih lengkap lagi kalau kita tarik ke awal sejarah yaitu pada mulanya, seperti yang dituliskan dalam kitap Kejadian 1:1, Tuhanlah yang mengawali sejarah yang kita lihat saat ini, Dia yang memulaiNya tetapi Dia sendiri tidak bermula, Tuhan kekal selama-lamanya. Apa yang kita lihat, dengar, pelajari dan alami, sebenarnya semua cerita tentang Dia, Tuhan buat semuanya agar kita bisa mengenal Tuhan dengan benar.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).

Menurut Perikop diatas
Pada Kej 1, Coba renungkan bagaimana sejarah bumi dan segala isinya ini dimulai?
Pada Wahyu 22:20-21, Coba renungkan bagaimana akhir sejarah di bumi ini sebelum kita masuk ke ciptaan bumi yang baru?

B.2. MERENUNGKAN (M2).

Kalau kita membaca alkitab, ini adalah buku yang sejarah yang paling lengkap, sejarah kekekalan dari awal sampai akhirnya di dalam kekekalan. Semua bermula dan semua berakhir, hanya satu yang tidak bermula dan tidak berakhir yaitu Tuhan. Coba dibayangkan kalau tidak ada awalnya dan tidak ada akhirnya, kita akan bosan dan tidak akan ada kepastiannya. Dalam Alkitablah semuanya kita bisa pahami awal dan akhirnya. Alkitab mencatat peristiwa mencakup waktu, tempat, orang yang terlibat, suasana pada saat itu, kita bisa pelajari semuanya nyata. Patut kita sadari bahwa hanya satu buku mencakup sejarah masa yang dulu dan masa yang akan datang, yang PENYUNTING bukunya bisa hadir ketika kita membacanya dimanapun dan kapan saja kita membacanya, yaitu Alkitab, penyuntingnya adalah Tuhan sendiri, karena memang ini adalah sejarah Dia “Tuhan bangsa Israel”, Tuhan yang kita sembah sebagai orang percaya kepadaNya.
Ketika kita percaya dan menerima Yesus sebagai Juru selamat kita pribadi, kita mempercayakan seluruh hidup kita kepadaNya, maka kita akan mengerti bahwa semuanya ada dalam kendali Tuhan, semua yang terjadi untuk menggenapi apa yang di nubuatkan para nabi. Hidup kita pun ada sejarahnya, sejak kita mengalami lahir baru, kita hidup dengan musim dan budaya yang baru sesuai dengan prinsip kerajaan Allah, kita dimerdekakan dari cara hidup yang lama (mulai dan teruslah hidup di dalam Tuhan).

B.3. MELAKUKAN (M3).

Kita harus belajar untuk mengerti sejarah, bukan hanya sejarah bangsa seperti yang kita pelajari di sekolah, juga harus mengerti dan menyadari bagaimana sejarah kehidupan kita sampai hari ini. Bersyukurlah untuk banyak orang yang sudah ambil kontribusi bagi kehidupan kita, mulai dari orang tua, abang/adik, keluarga besar, orang yang memberitakan injil kepada kita secara pribadi, keluarga rohani. Bersyukur untuk tempat kita belajar, bekerja dan melayani bersama-sama. Mereka adalah orang yang Tuhan pakai untuk kita bisa sampai hari ini. Bersyukurlah, hargailah semuanya itu dan hiduplah berkenan di hadapan Tuhan.

B.4. MEMBAGIKAN (M4).

Coba ingat dan bagikan bagaimana perjalanan hidupmu sampai hari ini “terutama pertama sekali mengenal Tuhan”, bagaimana Tuhan membuat semuanya begitu indah, dan bersyukurlah kepada Dia.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47