renungan senin

SENIN – PENGUATAN MELALUI DOA

25 September 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Kolose 1: 3-14

A. PENGANTAR

Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu, karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil.
Sebagai orang Kristen, ada banyak hal yang dapat membuat kita meninggalkan iman kepada Yesus Kristus. Kesusahan, penderitaan, serta kenyamanan hidup merupakan beberapa pemicunya. Oleh karena itu, kita memerlukan topangan agar kuat bertahan dalam menghadapi itu semua.
Dengan kesadaran ini, Paulus menulis surat kepada jemaat di Kolose. Meskipun sedang mendekam di penjara, ia menguatkan jemaat di Kolose. Saat itu mereka sedang bertumbuh dalam iman, namun di saat bersamaan, mereka juga menghadapi tantangan rupa-rupa pengajaran sesat.
Dalam surat ini, Paulus menegaskan kepada jemaat Kolose bahwa ia begitu bersyukur kepada Allah akan keadaan mereka. Paulus dan Timotius tidak henti-hentinya berdoa untuk pertumbuhan iman mereka agar menerima hikmat dan pengertian yang benar dalam mengetahui kehendak Tuhan (ayat 9).
Doa adalah napas kehidupan Kristen. Melalui doa, Allah bisa bekerja secara ajaib. Paulus memberikan sebuah perspektif mengenai doa. Menurut Paulus, doa bukan sekadar untuk kepentingan diri sendiri. Paulus menunjukkan kepada kita bahwa mendoakan orang lain juga harus mendapat porsi yang besar dalam doa pribadi. Doa adalah sumber kekuatan bagi orang percaya, khususnya bagi mereka yang sedang terguncang imannya.

B. PEMBELAJARAN

B.1. MENEMUKAN (M1).

Bacaan: Kolose 1 : 1-14
Apakah dasar utama dari Paulus mengucap Syukur dalam doa atas jemaat Kolose, walaupun kita tahu ia mengucapkan kalimat ini ketika ia dalam penjara (sebutkan) (baca ayat 3 – 5)?

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Dengan pemahaman ini, seharusnya kita sebagai orang Kristen semakin sering mendoakan orang lain. Sebaiknya, kita menghentikan kebiasaan berdoa yang hanya terfokus kepada diri sendiri. Kita seharusnya lebih sering menyediakan waktu untuk mendoakan gembala gereja, misionaris, anak Tuhan yang sudah lama tidak bergereja, jemaat yang baru bertobat, mereka yang sedang bergumul, dan sebagainya.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Rencanakan membangun kehidupan doa syafaat pribadi bagi orang yang dijangkau, jemaat pengayoman di daerah dan adopsi suku atau daerah tertentu supaya mengenal injil dan mengalami injil itu sendiri. Dan juga rekan-rekan dalam komsel dan hamba-hamba Tuhan yang melayani.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Cuma satu kata, teruslah berdoa bagi orang lain khususnya Saudara-saudara seiman di dalam kristus Yesus.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47