renungan fiirman

SABTU – MENANG ATAS MASA LALU

07 Oktober 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : 2 Tawarikh 21:20

Ada banyak peristiwa yang terjadi didalam kehidupan sebagai keluarga, mulai dari pengalaman tidak dihargai, dibanding-bandingkan, direndahkan, dianiaya secara kata-kata (verbal) atau fisik, dipukul atau dikurung, hingga sangat membekas dan melukai harga diri seorang anak, dan sebagai wujud perasaannya yang terluka/marah akan terlihat dalam “sikap dan perilaku yang buruk, kekanak-kanakan, mudah marah, kasar, mudah ngambek, sombong, egois mau menang sendiri, terikat/jatuh bangun dalam dosa yang sama, bahkan melakukan kekerasan fisik/verbal, memukul, dan menganiaya orang lain, dan lupa diri.

Raja Yoram ( 2 Tawarikh 21:20) adalah salah satu contoh seseorang yang bermasalah didalam keluarga, yang mewarisi dosa dan hal-hal yang jahat dari ayah dan ibunya; ia seorang Raja yang egois yang membunuh saudaranya ((2 Tawarikh 21: 4) dan menolak peringatan Tuhan (Ulangan 7: 1-3) dan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan” (ayat 6); dan pada awal pemerintahannya ia membunuh semua saudaranya dan orang-orang yang mungkin akan menjadi saingannya; dan selama pemerintahannya ia selalu diliputi masalah (ay. 20); dan pada saat meninggal dunia, dikatakan ia menjadi sebagai seorang raja yang “meninggal dengan tidak dicintai oleh siapapun,” seorang yang menyedihkan tak seorang pun yang merasa kehilangan atas kematiannya, kehadirannya telah membuat orang lain tidak bahagia; sebab hatinya telah dikuasai oleh dosa keinginan jahat, dendam dan memberontak dengan Tuhan.

Firman Tuhan mengatakan: Ia (raja Yoram) berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang. Ia dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di dalam pekuburan raja-raja. (2 Tawarikh 21:20)

Pertanyaannya:

  1. Seberapa bersyukurkah saudara atas usia dan berkat yang telah Tuhan berikan atas hidup saudara?
  2. Tindakan (berdamai dan saling mengampuni atau hal) apakah yang akan saudara lakukan untuk pulih dari peristiwa buruk dari keluarga asal dan masa lalu saudara?

Ceritakanlah pengalaman saudara saat menyadari pentingnya untuk berdamai dan menang atas segala trauma, kepahitan dan dosa yang terjadi dari keluarga asal dan masa lalu saudara.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47