renungan fiirman

SABTU – PERSAHABATAN SEJATI HARUSNYA DITEMUKAN DALAM KOMSEL

21 Oktober 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Mazmur 133:1-3

A. PENGANTAR

Kita sering mendengar orang-orang Kristen berkata bahwa mereka tidak dapat mempraktikan persahabatan karena belum menemukan sahabat yang cocok, “Saya sudah berkeliling berbagai komsel dan gereja, tapi sampai sekarang masih belum menemukan teman yang cocok…” Ini sesungguhnya cara berpikir yang keliru dan terbalik. Sampai kapan pun, kita tidak mungkin menemukan seseorang yang langsung cocok dengan diri kita. Bahkan, pasangan suami-istri pun tidak ada yang langsung saling cocok sejak awal kebersamaan mereka. Dalam bahasa Inggris ada perkataan bijak yang berbunyi, “Don’t find friends, but make friends,” yang artinya “Jangan sibuk mencari teman, tetapi mulailah berteman.” Ini berarti kita harus berhenti mencari “teman khayalan” yang ideal dan cocok sesuai angan-angan kita, karena teman semacam ini memang tidak pernah ada dalam hidup kita. Mulailah berdoa dan mulailah membangun persahabatan dengan orang-orang yang dekat di dalam keluarga rohani kita dengan menjadi teman yang baik bagi mereka. Orang-orang itu sudah disediakan oleh Tuhan untuk menjadi rekan dan sahabat bagi kita dalam Kerajaan-Nya. Tuhan telah memberikan kesempatan yang besar bagi kita untuk membangun banyak hubungan persahabatan dengan keluarga rohani kita. Namun, sebelum kita membangun persahabatan yang lebih luas, mari kita memulainya dengan sebuah persahabatan kecil dalam komunitas gereja.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1).

Bacaan: Mazmur 133:1-3, Mat 18:20
Cara berpikir yang tepat bukanlah berusaha menemukan sahabat yang cocok dahulu untuk memperoleh persahabatan, tetapi sebaliknya, membangun persahabatan dengan menjadi sahabat lebih dahulu bagi orang lain, lalu barulah kita memperoleh orang yang cocok dengan kita. Yang harus kita mengerti bahwa persahabatan yang ada pada komunitas bukanlah persahabatan yang biasa. Komsel bukanlah sekadar persahabatan manusiawi semata-mata, melainkan persahabatan sejati yang bersifat Ilahi. Persahabatan ini berasal dari Tuhan. Karena itu, faktor utama yang menentukan terjadinya persahabatan Ilahi ini ialah kehadiran Kristus sendiri. _“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Mat. 18:20, TB)
Mazmur daud menggambarkan sebuah komunitas yang indah di dalam tinggal diam bersama dan rukun Mazmur 133: 1-3

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Kunci utama untuk menjadi bagian komunitas yang tinggal diam bersama dengan rukun ialah dengan mengalami Kristus Sang Sahabat Sejati kita. Kristus selalu hadir untuk mengajar kita bagaimana membangun persahabatan dengan Dia dan dengan sesama kita. Kristuslah sahabat yang paling dapat diandalkan. Di dalam persahabatan tidak ada yang disembunyikan; Yesus menceritakan semua hal yang Dia dengar dari Bapa kepada kita. Kristus pun Sahabat yang paling setia, yang tidak pernah meninggalkan kita dalam situasi apa pun. Mari kita memusatkan persahabatan kita pada Kristus, sekaligus belajar dari Kristus dalam menjadi sahabat bagi orang lain. Hasilnya, kita akan melihat bahwa kita mengalami Kristus dalam komsel dan persahabatan kita dengan sesama pun pasti bertumbuh. Di Dalam Yesus kita mengalami penerimaan yang sejati serta kasih yang tulus.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Apa saja yang akan kita alami di dalan komsel, diantaranya mengalami kehidupan di dalam terang (1 Yoh 1:7-9), mengalami kebenaran Firman dalam proses saling mengajar dan saling menegur (Kol. 3:16), Mengalami kuasa Kristus dalam penjangkauan bersama (Kol. 3:17), mengalami kasih kristus (Yoh 4;10-11), serta mengalami kebenaran Kristus

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Tidak ada tempat (keluarga) yang terbaik untuk mengalami persahabatan yang sejati, kecuali di dalam komunitas yang ditengah-tengah ada Yesus sang sahabat sejati, ceritakan indahnya komsel ini pada banyak saudara.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4