13 November 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Matius 7:1-5
“Jangan Kamu Menghakimi supaya Kamu tidak dihakimi” – Matius 7:1
Ada pepatah yang mengatakan, “Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya. (don’t judge the book by its cover)” Pepatah ini menasihati kita untuk tidak buru-buru menghakimi atau menyimpulkan dari penampilan luar seseorang. Sebagian orang cepat berprasangka buruk, yaitu cepat mengkritik orang lain. Terutama jika mereka tidak menyukainya atau orang itu tidak sesuai dengan yang mereka harapkan.
Perintah Tuhan Yesus sangat jelas untuk kita tidak menghakimi (Matius 7:1) tetapi sering diartikan secara keliru bahwa kita tidak boleh mengkritik atau memperbaiki kesalahan orang lain. Padahal konteksnya, perintah ini hanya menyatakan bahwa kita harus berhati-hati- ketika melakukannya (ayat. 5). Kita harus terlebih dulu mengeluarkan _“balok” kesalahan kita, sebelum mengkritik “selumbar” kesalahan orang lain (Saudara kita). Istilah balok menggambarkan kesalahan-kesalahan lebih besar sementara istilah selumbar menggambarkan kesalahan-kesalahan yang lebih kecil.

Terlalu cepat menilai atau mengoreksi orang lain akan membuat kita menjadi orang munafik (ay. 5). Jangan-jangan, letak masalahnya bukan terletak pada diri orang lain atau Saudara kita tetapi justru pada diri kita sendiri. Oleh sebab itu, kita harus mengoreksi diri ke dalam diri sendiri terlebih dulu.
Kita tidak boleh cepat-cepat menghakimi atau berburuk sangka (judgmental). Tetapi, kita boleh menilai sesama kita dengan kasih (judge others lovingly). Jika perlu mengkritik orang lain, lakukanlah dengan kasih dan dengan cara yang tepat. Kritik, tujuannya bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk membangun. Landasan kasih ini ditekankan oleh Tuhan Yesus dalam pengajaran-Nya (baca Mat. 7:12; Mat. 22:37-40).
Bagaimana kita dapat menerapkan perintah ini? Pertama, Keluarkan dulu “balok” dari mata kita (ay. 5). Sadarilah bahwa kita juga penuh kekurangan; Kedua, Tolonglah sesama kita untuk mengeluarkan “selumbar” dari matanya. Lakukanlah dengan kasih, supaya kita sendiri tidak jatuh (Gal. 6:1) ; Ketiga, Saling menolong dan peduli. Tidak hanya mau mengoreksi, tetapi juga mau dikoreksi (Gal. 6:2).

REFLEKSI
Orang yang tidak adil dalam menghakimi sesamanya biasanya adalah orang yang menilai diri mereka sendiri terlalu tinggi (Charles Spurgeon)
Pertanyaan Renungan
- Apa saja perbedaan antara kritik yang bersifat membangun dengan kritik yang bersifat menjatuhkan?
- Apa yang harus kita lakukan supaya kritik kita diterima orang lain dan kemudian membangun dirinya?
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

