renungan jumat

JUMAT – MENJADI PENASEHAT BAGI YANG LAIN

24 November 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Filipi 2:1

Jadi karena dalam Kristus ada nasihat,..

Di dalam peran sebagai penolong saudara seiman, ada satu nilai kualitas diri yang sangat penting yakni belas kasihan. Tuhan Yesus mencontohkan di beberapa kejadian di Alkitab, ada belas kasihan yang menggerakkan Yesus untuk menolong banyak orang. Demikianlah di dalam kehidupan anak-anak Tuhan, diperlukan belas kasihan yang benar sebagaia energi rohani untuk bertindak.

Salah satu unsur pembangun belas kasihan dalam diri manusia adalah emosi. Ternyata emosi yang ada dalam diri dapat berakibat fatal jika tidak dikendalikan. Ia seperti api yang sanggup menghanguskan akal sehat. Emosi juga bagaikan air bah yang mampu menghanyutkan seluruh niat melakukan kebenaran. Tidak heran sering kali menjumpai orang atau justru kita megitu mudah diamuk emosi. Perasaan tersinggung, tertekan, tertolak, putus asa, dan sulit mengendalikan diri. Semua itu akibat dari sikap emosi yang rentan.

Belas kasihan dapat melibatkan emosi dalam prakteknya. Tetapi emosi yang buruk seperti di atas tidak akan menghasilkan tindakan peduli orang yang tulus dan ikhlas. Survei membuktikan ada 80% manusia cenderung bersikap emosional. Diperlukan keputusan untuk berdamai dengan emosi kita. Karena pada dasarnya emosi diciptakan untuk kebaikan.

Siapkan lahan subur untuk bertumbuhnya benih belas kasihan dengagn berdamai dengan emosi anda. bagaimana caranya?

  1. Mengembangkan seni mendengarkan
    Bukan sekedar mendengar, tapi menyimak dengan seksama. Mendengarkan suara hati orang lain
    dan teriakan mereka yang tertekan masalah. Mendengar yang tidak terdengar. Itulah cara efektif.
  2. Sikap hati yang melegakan
    Kelapangan hati dapat muncul ketika kesesakan melanda hidup kita. Kita dapat memilih, apakah kita akan berdamai dengan emosi atau tidak.

Mengembangkan kekuatan pengendalian diri melalui sikap empati dan lapang hati akan memberikan kelegaan yang besar untuk berdamai dengan emosi.
(Sumber : diadaptasi dari buku “Success Through Character” oleh Jakoep Ezra, penerbit Andi, thn 2006)

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4