JUMAT – JANGAN BERDUSTA : HUKUM ke -9

01 Desember 2023

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Keluaran 20 :16

Kalau kita mengingat bagaimana orang Israel keluar dari Mesir, mereka bisa keluar dari Mesir, bebas dari perbudakan semata-mata karena tangan Tuhan yang kuat, kebesaran Tuhan menyertai Musa untuk memimpin orang Israel, kalau boleh dikatakan Tuhan turun tangan langsung membebaskan mereka.  Setelah mereka bebas, Tuhan ingin mereka bisa hidup bersama-sama denganNya.  Untuk hidup bersama-sama dengan Tuhan, Tuhan memberikan hukum kepada orang Israel yang harus ditaati agar mereka bisa hidup bersama.  Salah satu hukum yang Tuhan berikan adalah “Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu, Kel 20:16” yang disampaikan juga dalam Imamat 19:11 Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya.   Bersaksi dusta sama dengan berbohong atau tidak jujur.  Berdusta atau berbohong bisa dikatakan  mengatakan sesuatu yang tidak sebenarnya atau “setengah kebenaran dan setengah ketidak benaran”.

Dalam kehidupan sehari-hari, sadar atau tidak sadar, terkadang kita merasa dengan ketidakjujuran  akan lebih mudah untuk meperoleh  sesuatu yang kita inginkan, lebih cepat mencapai tujuan.  Memang dalam beberapa kejadian atau kondisi bisa saja terjadi  dan membuahkan hasil.   Tetapi jangan sampai lupa ada hukum Tuhan (Kel 20:16), hukum Tuhan pasti berlaku dengan adil, tidak ada pelanggaran yang tidak akan berhadapan dengan keadilanNya,  mata Tuhan yang selalu mengawasi kapanpun dan dimanapun, kebohongan tetaplah sebuah kebohongan  walau  dengan alasan apapun.  Jadi jangan terlena dengan hasil, dapatkanlah atau capailah tujuan dengan penuh integritas alias jujur.  Kebohongan cepat atau lambat  akan merusak banyak hal,  hubungan  dalam keluarga (suami istri, orangtua dengan anak),  hubungan dengan sesama, dan yang pasti  hubungan  dengan Allah.

Dusta dapat dengan mudah kita lihat dari perkataan dan perbuatan seseorang.  Jadi benar tidaknya seseorang dapat dinilai dari perkataannya, seperti yang dikatakan dalam Yakobus 3:2 Barangsiapa yang tidak bersalah dalam perkataannya ia adalah seorang yang sempurna.

Terkadang kita sering diperhadapkan dengan kenyataan yang  penuh dusta dan kemunafikan, terkadang kita  terseret jadi terlibat didalamnya, mari kita ambil waktu untuk introspeksi,  datang kepada Tuhan untuk minta pengampunan.  Biarlah perkataan kita adalah kata-kata yang benar dan memberkati sesama, kata-kata jujur dan berkenan kepada Tuhan. Tuhan pasti mengenal isi hati kita, teruslah hidup dalam kebenaran dan alamilah berkat Tuhan.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4