03 Desember 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Amsal 11:3
Menurut saudara apa yang terpikir ketika bertemu dengan orang Kristen atau kata Kristen. Apakah pergi ke gereja setiap minggu, memberikan persembahan, memiliki alkitab di rumah dan membacanya, ada tanda atau lukisan salib di rumahnya, ikut komunitas persekutuan? Betul, memang itulah cerminan yang umum dari orang Kristen. Tetapi pernahkah, terpikirkan jika bertemu, bersahabat, kerjasama dengan orang Kristen, langsung bersukacita karena kita bertemu dengan orang ‘JUJUR”, kita langsung bersyukur karena kita dipertemukan dengan orang yang “benar”?
Kita sangat merindukan keluarga di rumah, keluarga dalam jemaat, dalam komsel, sahabat atau mitra yang benar “JUJUR” yang tidak hidup penuh basa-basi, tidak suka bergosip ria, tidak melebih-lebihkan atau mengurangi, tidak suka pakai topeng, tidak harus menyenangkan setiap orang dengan mengorbankan kebenaran, bicaranya tidak meledak-ledak bagai petir disiang bolong, orang yang bicaranya apa adanya “bukan ada apanya”.

Dalam bacaan kita hari ini dikatakan bahwa orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya (Amsal 11:3), dan perkataan orang fasik menghadang darah, tetapi mulut orang jujur menyelamatkan orang (Amsal 12:6) serta peringatan rumah orang fasik akan musnah, tetapi kemah orang jujur akan mekar (Amsal 14:11). Ada berkat bagi orang jujur yaitu ada pimpinan baginya, dapat memberikan jalan keluar bagi orang lain dan pertumbuhan dan perkembangan “mekar”, sedangkan orang munafik akan mengalami kerusakan, kematian dan kemusnahan.
Selanjutnya dalam Amsal 28:20 dikatakan: Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman. Dipercaya artinya sama dengan jujur, orang jujur akan diberkati Tuhan.

Janganlah karena untuk mendapatkan sesuatu lebih cepat, lebih banyak dan mudah, kita harus mengorbankan kejujujan. Renungkanlah bahwa ada akibat buruk yang akan terjadi akibat kebohongan atau kemunafikan, cepat atau lambat pasti menimpa kita. Sebaliknya ada berkat yang luar biasa akibat dari kejujuran atau hidup benar dihadapan Tuhan, berpegang teguh kepada janji dan perintahNya. Tuhan sudah menyiapkan kekayanan bagi anak-anak-Nya yang mau setia dan taat perintah-Nya. JanjiNya ya dan amin, tidak akan pernah terlambat, seperti fajar bersinar di pagi hari. Selamat hidup dalam kejujuran dan mengalami berkat dari Tuhan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

