26 Desember 2023
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Lukas 2:1-7
Tuhan menjadi manusia adalah sesuatu yang tidak masuk akal dan hanya Tuhan yang dipercayai oleh Abraham, Ishak dan Yakub, Tuhan yang memimpin orang Israel keluar dari Mesir yang berirkarnasi menjadi manusia. Sesungguhnya dari sejak semula, Dia sungguh mau tinggal bersama dengan umatNya selama-lamanya. Peristiwa kelahiranNya di tempat yang paling hina, datang ke dunia dengan cara yang di luar nalar, sehingga sejak kedatanganNya di Betlehem sampai saat ini dan mungkin di masa yang akan datang, jika bukan karena Tuhan sendiri yang menjelaskannya dan meneguhkannya kepada kita secara pribadi sulit untuk menerimaNya. Hanya Tuhan orang “Kristen” yang menyatakan diriNya dalam wujud manusia sejati. Inilah mujizat terbesar yang hanya bisa dilakukan oleh Tuhan yang maha kuasa dan maha kasih dan hari itu disebut dengan hari Natal hari kelahiran Yesus sang Juru Selamat Manusia.

Peristiwa kelahiran Yesus sangat fenomenal, pada malam sebelum Yesus lahir, Yusuf dan Maria dalam perjalanan dari Nazaret ke Betelehem, mencari tempat atau katakanlah kamar untuk bersalin, tetapi mereka tidak menemukannya, tidak ada tempat kosong semuanya penuh. Jika ini terjadi di hari ini, pastilah orang memberi komentar yang negatif kepada pemilik penginapan, kok tega amat, apa betul tidak ada tempat, masa tidak kasihan dan memberikan pertolongan kepada ibu yang akan bersalin itu. Atau malah ada yang berpendapat, sudah tahu mau melahirkan kenapa masih jalan malam, kenapa tidak tinggal di Nazaret di rumah sendiri atau di rumah keluarganya (misalnya minta dispensasi dari kaisar Agustus).
Tetapi akan lain cerita jika pemilik penginapan itu tahu bahwa yang akan lahir adalah “Raja segala Raja”, Tuhan yang datang sebagai manusia, Tuhan yang menciptakan segala-galanya termasuk pemilik penginapan dan seluruh itu. Tetapi inilah fakta sejarah kelahiran Yesus, tidak ada tempat untuk kelahiranNya, Dia lahir di kandang domba. Tidak ada sembutan yang meriah ketika Dia lahir malah tempat tertutup bagiNya, tetapi Dialah yang memilih untuk lahir dan Dia pilih tempat dimana Dia akan lahir.

Saudara, ketika Yesus hadir, adakah kamar di hati kita terbuka untukNya? Ataukah semua kamar kehidupan kita penuh dan tertutup bagiNya? Hari ini sambutlah Dia, buka hati, beri tempat yang terutama buat Dia tinggal dalam hidup kita. Percayalah, ketika kita menerimaNya, maka kita akan dijadikanNya menjadi anak-anak Allah.
Yohanes 1:11-12 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

