SENIN – SEKIRANYA (JIKA) KITA DALAM KEADAAN SUSAH

01 Januari 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Ayub 16:1-5

Ketika Kita sedang bersusah hati dan banyak masalah (galau), selalu ada saja orang-orang dekat yang mencoba menghibur. Tapi sayangnya, jika penghiburan itu tidak dibekali hikmat terkadang berujung pada hal yang tidak menyenangkan. Kondisi seperti ini dialami Ayub. Ketika dia berada di titik terendah dalam hidupnya, teman-temannya datang dengan niat baik. Namun apa yang Ayub dengar dari mereka justru omong kosong (tidak ada maknanya) yang pahit di telinganya, karena apa yang Ayub alami terlalu berat. Perkataan yang dikatakan oleh teman-temannya terdengar sia-sia, terasa klise bahkan menambah luka.
Jika kita menempatkan diri pada posisi Ayub, apa yang benar-benar dibutuhkan bukanlah kata-kata indah, penjelasan teologi penderitaan, koreksi atau nasihat, bahkan kadang mereka tidak butuh dihibur. Hal ini cukup beralasan karena orang yang mengalami kesedihan mendalam tidak dapat memproyeksikan beberapa hal secara tepat (atau memiliki pandangan atau persepsi yang benar). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa apa yang benar-benar mereka butuhkan adalah seorang pendengar (good listener). Pendengar yang dimaksud disini tidak hanya mendengar, tapi juga yang menunjukkan empati, “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!” (Roma 12:15) . Dengan mengetahui hal ini, kiranya kita dapat lebih bijak lagi dalam menghadapi teman-teman atau Saudara yang sedang mengalami kesedihan. Dengarkanlah mereka terlebih dahulu, berbicaralah jika mereka meminta kita untuk berbicara dan yang terpenting hati yang tulus akan mendukung mereka di dalam doa.

REFLEKSI DIRI : Apakah kita pernah bersikap seperti teman-teman Ayub dalam konteks renungan hari ini? Tepatkah Kita melakukan itu? Jika Kita di posisi Ayub, sikap seperti apa yang Kita harapkan dari teman-teman Kita? Pernahkah Kita justru merasa kesal dengan kalimat-kalimat yang diutarakan teman-teman Kita?

YANG HARUS DILAKUKAN : Tunjukkan empati kita kepada teman yang bersedih dengan cara mendengarkan mereka terlebih dahulu.

HIKMAT HARI INI Ada kalanya duduk diam dan mendengarkan lebih berharga daripada kata-kata penghiburan, karena kekuatan kita bukan dari kata-kata manusia tetapi hikmat Allah.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4