06 Januari 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Kejadian 37:24
Nggak tau ah, gelap..” menjadi sebuah ungkapan yang begitu sering dipakai orang untuk menggambarkan ketidaktahuan dan ketidakjelasan terhadap berbagai hal. ”Mengapa gelap?” Karena tidak ada orang yang bisa melihat dengan jelas di dalam kegelapan. Penderitaan dan kesulitan hidup seringkali membuat hidup kita gelap. Masa depan kita pun bisa terasa gelap ketika kita tidak tahu harus berbuat apa, atau tidak tahu bagaimana menyelesaikan masalah yang tengah kita hadapi. Yusuf pernah melalui kegelapan hidup lewat serangkaian penderitaannya akibat disakiti saudara-saudaranya sendiri. Bahkan setelah ia lepas dari saudara-saudaranya, hidupnya masih belum menunjukkan perubahan yang baik buat sementara. Ia difitnah dan dipenjara. Namun kita bisa melihat bagaimana Yusuf tidak pernah kehilangan pengharapan sedikit pun. Ia tetap setia dalam kesabarannya menanti janji Tuhan, dan pada akhirnya ia menerimanya dan menjadi seorang pemenang dengan gemilang. Kegelapan yang bukan dalam bentuk kiasan, melainkan dalam bentuk nyata pun pernah ia alami, yaitu ketika ia dijebloskan ke dalam sumur kering. “Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.” (Kejadian 37:24). Bayangkan jika kita yang berada di posisi Yusuf. Tidak ada yang bisa kita lihat di sekeliling kita, semuanya gelap. Ketika kita memandang ke kiri, kanan, muka, belakang, anda hanya akan melihat kekelaman yang hitam. Tapi bagaimana jika kita melihat ke atas? Ya, ada cahaya di atas. Itu satu-satunya sumber cahaya di dalam sumur.

Saya percaya Yusuf dikuatkan oleh cahaya yang tetap menyinarinya dari atas, karena dia tahu meski semuanya gelap disekelilingnya, tetapi ada Tuhan di atas sana yang tetap bersinar terang siap melimpahkan berkat untuk turun atasnya ketika waktunya tiba. Dan kita tahu itu benar.
Tidak hanya Yusuf, Daud juga, berkali-kali mengalami kesulitan dalam perjalanan hidupnya. Tapi sama seperti Yusuf, Daud memiliki pengharapan yang tidak bisa dipadamkan oleh masalah seberat apapun. Ia bahkan dengan yakin berkata “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” (Mazmur 23:4). Daud tahu benar bahwa Tuhan adalah gembalanya yang akan memastikan bahwa ia tidak akan kekurangan suatu apapun. (ay 1). Ia tahu bahwa hanya kebajikan dan kemurahan belakalah yang akan mengikutinya seumur hidupnya, dan itulah yang akan ia peroleh apabila ia diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa..”(Mazmur 23:6).
Jika tahun ini (2023) dan tahun depan (2024) Kita hanya melihat kegelapan di sekeliling Kita, pastikan Kita melihat ke atas. Ada cahaya kemurahan Tuhan bersinar di atas sana, yang akan tetap bersama diri Kita. Ketika Kita mulai mengandalkan Tuhan, percaya sepenuhnya kepadanya dan terus hidup dalam pengharapan, pada suatu ketika nanti cahaya Tuhan itu akan mampu melepaskan Kita dari kegelapan dan membuat segalanya indah pada waktunya. Sementara Kita masih berada dalam pergumulan, manfaatkanlah itu semua sebagai sarana belajar untuk mempertajam diri Kita dan melatih diri untuk bisa mengandalkan Tuhan sepenuhnya.

REFLEKSI DIRI :
“Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan” (Lukas 1:37) , karena itu “Jangan takut, percaya saja!”
HIKMAT HARI INI :
Selama sinar Tuhan dari atas masih ada bersama kita, tidak akan ada kegelapan yang mampu meruntuhkan kita. Yusuf mengalami itu dan telah membuktikan hasilnya, sekarang giliran kita untuk membuktikannya.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

