12 Januari 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Efesus 3:18-19
Kasih sejati yang bersumber dari Allah adalah kekuatan yang tidak terbatas di dalam kehidupan bersekutu sesama anak Tuhan. Kedalaman dan lebar serta tinggi kasih Tuhan, tidak dapat disepadankan dengan ukuran perhitungan matematis yang dianggap sangat tepat. Pemahaman akan ketidakterbatasan kasih Allah haruslah menjadi pembelajaran seumur hidup di dalam kehidupan orang-orang kudus selama proses persekutuan terjadi.

Kasih dapat melampaui pengetahuan manusia. Sekalipun manusia dapat berpikir secara logis, misalkan tentang hukum untung dan rugi, beri dan diberi diantara sesama manusia, tetapi kasih Allah dapat bekerja di atas logika manusia. Dunia boleh saja mengajarkan manusia untuk menerima satu dengan yang lain dengan cenderung menggunakan ukuran material dan hukum balas budi, tetapi kasih Allah bukanlah demikian.

Ketika orang Kristen belajar hidup dalam kasih Tuhan, maka keberdayaan diri untuk saling menerima dan saling membangun tanpa batas, diantara orang-orang kudus akan menjadi pola yang mudah untuk dibangun di dalam kehidupan berkeluarga dan bergereja. Kita dapat menerima cara pandang rohani terhadap sesama anak Tuhan sebagaimana Allah memandang anak-anakNya adalah insan yanag sangat berharga. Cara pandang yang benar akan mendewasakan respon anak Tuhan dalam hubungan sesamanya yang retak atau renggang. Kekuatan kasih Allah yang dihidupi akan mencegah banyak perpecahan dalam komunitas orang Kristen. Jadilah berdaya karena kasih Tuhan di dalam persekutuan dengan sama orang Kudus.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

