SENIN – LOVE BEYOND REASON

15 Januari 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan :Yohanes 3:16, 1 Yohanes 4:7-21

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Bukti terbesar dari kasih Allah yang tak masuk akal (love beyond reason) adalah mengaruniakan anak-Nya yang Tunggal melalui karya salibnya, Ia difitnah, Ia disiksa, disalibkan, mati dan bangkit dari antara orang mati agar supaya setiap manusia yang percaya kepadanya diselamatkan (mengalami hidup yang kekal).
Ini adalah peristiwa yang tidak masuk diakal jika ada pribadi yang mau mengorbankan anaknya sendiri sebagai seekor domba yang dikorbankan sebagai korban penebus salah/dosa demi keselamatan umat manusia, bukankah manusia yang diselamatkan justru senantiasa memberontak dan tidak taat kepadaNya.

Tidak ada dasar yang masuk akal bagi Allah untuk menyelamatkan manusia. Sesungguhnya apa baiknya kita (manusia),, sehingga Tuhan begitu peduli dan sampai harus begitu susah payah datang ke dunia dan berkorban untuk menyelamatkan kita? Apa hebatnya kita? Padahal menurut hitungan logika saja, kita sama sekali tidak layak untuk diperhatikan. Mengapa Tuhan begitu peduli?
Kasih!. Itulah alasannya yang kita kenal. Hanya karena Ia sangat mengasihi kita!
Tidakkah Allah buta atau sudah mati rasa sehingga Ia masih mau tetap mengasihi kita yang berdosa dan yang kerap melukai hatiNya dengan perbuatan-perbuatan yang tidak disukaiNya? Tidak masuk akal!!

REFLEKSI DIRI

Siapakah di antara kita yang bisa tetap mengampuni dan tetap mengasihi seseorang yang telah melukai hati kita beruntun dan berulang-ulang kali dengan kesalahan yang sama? “Bisakah kita?”
Catatan sejarah dari perjanjian lama dan baru dan bahkan sampai hari ini menunjukkan betapa Tuhan terus, terus, dan terus mengasihi mengasihi mengasihi anak-anakNya yang begitu sering terus, terus, dan terus melukai hatinya.

YANG HARUS DILAKUKAN :

Kasihlah yang harus menjadi dasar hukum dalam seluruh hidup kita, baik perkataan, motivasi, melayani, keinginan, cita-cita, respon, tindakan bahkan perlakuan kepada siapapun. (Matius 22:37-39)

HIKMAT HARI INI :

Kasih Allah itulah yang terbesar, lebih besar dari akal kita (reason atau logika) (ilmu pengetahuan, teknologi dan hikmat manusia). Kasihlah yang mengalahkan apapun juga yang berasal dari dunia ini baik yang sudah diciptakan, maupun yang akan ada, karena Kasih telah ada dan terus ada sampai selama-lamanya karena Kasih adalah Allah sendiri (1 Yohanes 4:8).

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4