24 Maret 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Yohanes 14:21-24
Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” (Yoh 14:21)
Mari kita belajar memahami lebih mendalam tentang kasih Bapa. Ibarat satu mobil baru, jika tangki bahan bakar tidak diisi bensin, maka, sebagus apapun atau secanggih apapun teknologi mesin, maka mobil itu tetap masih diam di tempat dan tidak berguna sama sekali bagi pemiliknya sebagai sarana angkutan darat.
Pada saat kita sudah mengalami kelahiran baru (Roma 10:9-10), kuasa kasih Bapa yang diterima adalah Firman yang hidup dan menghidupkan roh, jiwa dan tubuh kita. Artinya telah mengalir kuasa darah Yesus yang memulihkan dan memberikan kemampuan untuk membangun gaya hidup Kerajaan Allah di bumi.

Kuasa itu adalah kuasa kasih Bapa yang sangat mampu menggerakkan hidup kita untuk dapat menjadi berkat kepada sebanyak mungkin orang dengan landasan kasih Bapa, bukan pada landasan yang bersifat manusiawi.
Bagaimana cara agar kasih Bapa terus terpancar di dalam hidup kita? Pertanyaan ini tidak mengandung makna bahwa kasih Bapa itu terbatas di dalam kehidupan orang Kristen. Tetapi pertanyaan ini menolong kita untuk melihat sebarapa ekspresifkah kita mencerminkan kasih Bapa? Apakah sudah menjadi gaya hidup? Ataukah pancaran kasih Bapa itu bersifat situasional atau hanya ‘musiman’?
Jawabannya tentu tidak. Karena kasih Bapa adalah wujud penyelamatan manusia dari dosa dan memberikan hidup kekal. Untuk itu, agar kasih Bapa terus dapat terpancar di dalam kehidupan kita adalah memiliki komitmen total memegang dan melakukan perintah Tuhan.

Ketika tindakan ini menjadi kebiasaan dan kebudayaan surga di dalam kehidupan orang Kristen, maka tak perlu ragu, secara otomatis hidup orang Kristen selalu menjadi kesukaan bagi dunia dan bahkan dapat menjadi penolong untuk membangun tatanan kehidupan yang sarat Firman Tuhan, di muka bumi. Sehingga tidak ada ruang dalam pikiran dan hati untuk berpura-pura menerapkan kasih Bapa atau tidak ada lagi kelesuan untuk menjadi saksi kasih Bapa.
Itu sebabnya, ciptakanlah kebiasaan disiplin melakukan perintah Tuhan, maka Anda akan menuai kehidupan yang berkualitas Kerajaan Allah di bumi. Bensin adalah menjalankan perintah Tuhan yakni firmanNya, maka Anda akan berfungsi di dunia sebagai anak-anak Allah yang melawan pemerintahan iblis dengan kebenaran Allah yang pada gilirannya, dunia akan mengenal Allah dan Anda.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo4

