18 Mei 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : 1 Timotius 2:9-10, I Kor 8:9
Di zaman now ini, banyak jemaat sudah mulai bergeser ke arah modernisasi, di mana ditemukan anak-anak remaja/dewasa bahkan sengaja memakai pakaian mini ke gereja atau jean belel/robek. Dan tak jarang mereka hanya mengenakan celana pendek (khususnya di gereja kota besar). Dan saat jemaat gereja tradisional menyaksikan hal itu, mereka mulai bergumam, “Hallo. Ini adalah gereja! Pakailah baju yang terbaik dan sopan!”.
“Benarkah Tuhan peduli dengan pakaian yang kita kenakan ke gereja?” Apa pakaian yang sepantasnya dikenakan ke gereja?” “Bukankan Tuhan melihat hati dan bukan rupa?” *(1 Samuel 16:7)*.

Kebenarannya adalah, kita datang menghadap Tuhan bukan hanya menyenangkan Tuhan, tetapi juga harus membuat orang-orang di sekitar kita nyaman dan tenang. Alias kita tidak menjadi batu sandungan bagi banyak orang. “Apakah kita nyaman dengan pakaian mini/jean belel robek. ketika semua orang melihat kita?. Tetapi semua ini kembali pada budaya dan kebiasaan setiap gereja, gereja hanya mengajarkan tentang kesopanan atau pantas atau tidak pantas, ini bukan soal nilai kerohanian orang yang memakainya.
Kesopanan memiliki dasar 2 kata yaitu *Hormat* atau _menghormati._ Apakah pakaian mini/jean belel kita menghormati Allah dan sesama jemaat atau justru merendahkan?” Dan kata *Kasih*, “Apakah dengan pakaian mini/belel kita memberi Kasih atau mendatangkan berkat bagi jemaat lain atau justru mendatangkan dosa atau batu sandungan.

Semua kembali pada motif hati kita sendiri kepada Tuhan yang penting kebebasan kita tidak menjadi batu sandungan *(1 Korintus 8:9)* Mengenai cara berpakaian, maka berpakaianlah yang sopan dan layak yang mendatangkan damai Sejahtera di gereja *(2 Timotius 2:9-10)*, gak perlu mewah, heboh, berlebihan atau terlalu modis.
“Dan selidikilah hati kita, apakah alasan kita menggunakan pakaian tersebut ke gereja?” Dan sebagai jemaat kita juga gak boleh juga semena-mena bahkan melebel atau menuduh atau menilai orang dari cara berpakaian atau nyentrik.
Mari kita menilai orang lain lewat buah kehidupannya. Dan kita menjadi gereja yang menerima orang lain dan menegor dengan penuh kasih dan hormat.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo

