SENIN – KASIH BERSUKACITA KARENA KEBENARAN

10 Juni 2024

Renungan Harian GKKD Bogor
Bacaan : 1 Korintus 13:6

Bacaan : “Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan tetapi ia bersukacita karena kebenaran” – I Kor 13:6
Kasih adalah tema sentral di dalam Alkitab dan Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi sesama bukan berdasarkan kasih orang itu kepada kita, tetapi berdasarkan kasih Kristus yang Dia telah berikan kepada kita.

Lawan dari kasih bukanlah kebencian. Lawan dari kasih adalah ketidakbenaran yang mengakibatkan dosa.
Ayat bacaan hari ini menegaskan bahwa kasih itu tidak bersukacita karena ketidakadilan. Ketidakadilan itu dalam Bahasa Yunani adalah “adikia” atau perbuatan salah. Dan dalam dalam Bahasa Ibrani yang artinya moral yang salah atau melenceng atau penyelewengan.

Ketidakadilan adalah sebuah tindakan amoral atau melenceng dari kebenaran, dan sumbernya berasal dari kepentingan diri sendiri atau keuntungan diri sendiri dan keegoisan hati manusia atau kesombongan (atau menganggap ia lebih). Keduanya menjadi sumber sikap ketidakadilan, sehingga manusia berperilaku sewenang-wenang dan menguntungkan pihaknya disbanding dengan pihak lain.


Kasih tidak ada dalam kesewenangan, kesombongan dan ketidakadilan, karena kasih adalah kebenaran. (love is truth). Ekspresi dari kasih adalah sukacita karena melakukan kebenaran. Kasih itu tidak dapat melakukan sesuatu yang menyeleweng dari kebenaran, kasih juga tidak dalam bersukacita atas ketidakadilan atau sesuatu yang amoral.
Jadi ketika kita (umat Tuhan) hidup dan memiliki kasih itu, maka seharusnya kita melakukan perbuatan yang tidak menyeleweng (hidup harus hidup dalam kebenaran), hidup berpegang pada kebenaran dan melakukan atau bersikap adil setiap waktu bagi setiap orang.

Kasih sebenarnya bersukacita atas kebenaran dan bukan atas nilai moral yang melenceng dari kebenaran firman. Jaga hati kita, jika ada sesuatu di hati kita yang masih bertentangan dengan firman kebenaran, misalnya masih tidak mau memaafkan orang lain, menyimpan kesalahan orang lain, atau tidak mau tau akan kebenaran firman, itu semuanya itu akarnya adalah kepentingan diri dan menyeleweng dari kebenaran.
Kasih dan kebenaran sama dua sisi keping mata uang yang tidak boleh dipisahkan, kasih harus dinyatakan dalam kebenaran, dan kebenaran harus dinyatakan dengan kasih.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo