29 Juni 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Daniel 3:17-18
17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami , maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; 18) tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu (Daniel 3:17-18).
Integritas berarti sinkronisasi antara pikiran, perkataan dan perbuatan. Orang-orang yang berintegritas mampu menunjukkan kualitas kerja sama baiknya saat diawasi maupun tidak diawasi. Kita mengerjakan apa yang sudah kita katakan. Kita mengerjakan apa yang memang muncul di hati kita. Tidak ada yang tersamar atau berbeda. Semua sama dan utuh. Kepercayaan baru bisa terbangun jika kita mampu menunjukkan integritas (Bambang Budianto, 2022).

Hal inilah yang ditunjukkan oleh ketiga pemuda (Sadrakh, Mesakh dan Abednego) yang kita baca dalam kitab Daniel 3:17-18, bahwa apa yang mereka percayai, apa yang ada dalam hati mereka, mereka mampu untuk menunjukkan dalam tindakan dalam kondisi apapun, walaupun nyawa menjadi taruhannya. Dalam kondisi ini mereka menunjukkan integritas dihadapan Tuhan, bahwa apa yang ada dalam hati dan pikiran mereka, apa yang mereka percayai itulah yang mereka katakan kepada Nebukadnezar.
Sekalipun mereka mengalami sindiran para peramal dan penuh ancaman dan kemarahan dari raja Nebukadnezar, mereka tidak takut dan tidak mengubah pendirian mereka. Mereka malah memberikan kesaksian yang berani dan sangat terus-terang tentang kesetiaan mereka kepada satu-satunya Allah yang benar. Mereka benar-benar percaya kepada Tuhan dan Tuhan membela mereka. Percaya kepada Tuhan, penuh integritas membawa mujizat. Mereka menjaga hubungan, tetap intim dengan Tuhan daripada tunduk kepada ancaman dan hukuman yang akan mereka alami. Mujizat terjadi dengan luar biasa, dan menjadi berkat bagi kita sampai saat ini.

Mari kita belajar hidup PERCAYA dengan penuh integritas, hal ini penting dalam dalam sebuah hubungan. Sadrakh, Mesakh dan Abednego sudah memberikan teladan, ketika mereka dilemparkan ke perapian yang sangat panas, mereka tetap intim dengan Tuhan, mereka menunjukkan integritas yang luar biasa, apa yang mereka percayai itulah yang mereka katakan, Tuhan menyertai dan memelihara mereka, mujizat terjadi. Mari kita terus bangun hidup yang berintegritas di hadapan Tuhan. Haleluya.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo

