13 Juli 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : I Korintus 13:7
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (I Kor 13:7)
Menjadi seorang Kristen, bukanlah menjadi seorang yang serba bisa dan serba kuat di dalam berbagai situasi dan keadaan. Karena pada dasarnya manusia itu memiliki selain kekuatan diri juga kelemahan diri. Tidak juga ada seorang yang super-rohani. Kenapa? Karena apa yang terjadi dan berubah lebih baik di dalam kehidupan kekristenan kita adalah bukan karena kuat dan gagah kita, tetapi oleh anugerahNya, semua orang Kristen menjadi mampu.
Seorang yang dipenuhi kasih Allah dan bersedia dikendalikan oleh kasih Allah, adalah orang yang kuat dalam kesabaran dan atau ketekunan di dalam segala situasi dan kondisi. Karena, kuasa kasih Allah adalah kuasa untuk menerima semua keadaan dengan cara pandang Allah. Tatkala kita menanggung berbagai penderitaan batin atau tubuh, ada kemenangan di balik itu, sejauh cara pandang kita adalah cara pandang Allah, yakni satu kesempatan belajar untuk menjadi orang Kristen tahan uji dan patut diandalkan oleh Tuhan. Musa salah satu tokoh yang gagap bicara dan tidak mampu memimpin.

Tetapi setelah Allah memilih dia, Musa mampu melihat sesuatu di balik perintah Tuhan, yakni pengembanan tugas khusus dimana Musa harus memimpin bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir menuju Tanah Kanaan. Apakah yang dilhat Musa? Satu misi penyelamatan Allah atas bangsa pilihanNya agar dapat hidup dengan kemerdekaan yang berasal daripada Allah. Inilah contoh seorang yang lemah lembut tapi menjadi “Supra-natural man” bukan “Superman”.
Mari, pahamilah dan jalankanlah kasih Allah dalam melatih ketahanan uji diri kita dengan karakter kasih sabar. Terus berlatih dan jangan andalkan pemikiran sendiri. KasihNya satu-satunya kekuatan untuk memenangkan pertempuran berhadiahkan kesempurnaan (Yak 1:4)
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo

