26 Juli 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Kolose 3:15-16
Kolose 3:15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. 3:16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.
Kedua ayat di atas diawali dengan kata ”hendaklah”, kata ini berarti seharusnya; mudah-mudahan (KBBI). Hidup selalu diperhadapkan dengan berbagai pilihan, dan harus memilih yang sesuai dengan panggilan hidup kita. Pilihan yang kita buat akan mempengaruhi cara hidup atau perilaku kita. Begitu banyaknya pilihan ditawarkan oleh dunia saat ini, terutama melalui media didukung dengan teknologi informasi yang canggih, tawaran dikemas dengan promosi yang modern yang mempengaruhi seluruh panca indra, kita terus disasar untuk segera membuat pilihan. Terkadang begitu cepat membuat pilihan, setelah membuat pilihan baru berpikir atau menyesal. Ingat, kita harus membuat pilihan bukan sekedar karena tawaran tetapi karena kebutuhan.

Sebagai orang percaya, ada satu kebutuhan kita yang penting, yaitu siapa yang memerintah atau menguasai hidup kita. Hidup yang paling bahagia adalah ketika damai sejahtera Kristus memerintah dalam hati, itulah yang kita butuhkan sebagai umat pilihan Allah. Bukan sekedar memiliki tetapi damai itu harus memerintah “menguasai dan mengendalikan” tindakan kita, sekaligus menjadi wasit atas perilaku. “Apa yang menguasai hati, itu jugalah yang akan menguasai hidup kita”. Percayalah ketika jemaat diperintah atau dikendalikan oleh damai sejahtera Kristus, kesatuan terjadi, ada perdamaian, keserasian dan ketertiban dalam jemaat. Jemaat akan bergerak sebagai satu tubuh, melangkah bersama menggenapi rencana Tuhan. Sebagai anggota tubuh terikat oleh damai sejahtera Kristus.

Selanjutnya dalam ayat 16, dikatakan perkataan Kristus diam, artinya firmanNya harus selalu dibaca, dipelajari, direnungkan, dan meresap di dalam hati kita dengan segala kekayaannya. Bila ini terjadi maka pikiran, perkataan, perbuatan, dan motivasi kita akan dipengaruhi dan dikuasai oleh Kristus. Semuanya itu dilakukan sambil menyanyikan mazmur, kidung puji-pujian, dan nyanyian rohani dengan penuh ucapan syukur.
Kita harus melatih diri untuk terus menyadari bahwa damai sejahtera Kristus-lah yang harus mememerintah dalam hati kita, perkataan-Nya diam dengan segala kekayaannya di antara kita. Jalanilah hidup ini sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, dan terus mengucap syukur kepada Allah. Bersyukurlah. Amin
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo

