MINGGU – KASIH YANG TUNTAS

11 Agustus 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Bacaan : Yohanes 3:16; Filipi 2:8

Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. (Flp 2:8)

Pada akhirnya marilah kita memahami tentang tujuan daripada Kasih Bapa untuk manusia di bumi. Kasih yang membara dari sumber yakni Kasih Agaphe (Kid 8:6), adalah kasih yang merupakan ‘cinta mati-Nya” Bapa melalui Yesus Kristus kepada ciptaan termulia yakni manusia (Baca Kej 1:26-27). Wujud cinta Bapa yang digambarkan dengan nyala api Tuhan (Kid 8:6), adalah kesediaan Tuhan Yesus untuk menjadi manusia dan mengambil peran sebagai seorang hamba. Kerelaan berkorban demi terbukanya jalan kepada Bapa di surga (Yoh 14:6), dituntaskankannya sampai puncak penderitaanNya di kayu salib, Bukit Golgotha. Karakter kataatan Yesus Kristus menjadi daya juang sampai pada penyelesaian dan kemudian bangkit dari kematianNya pada hari ketiga.

Kasih yang membara dari Yesus Kristus bukanlah tindakan emosional da situasional. Tetapi itu adalah wujud belas kasihan Bapa Surgawi untuk menyelamatkan semua manusia yang berdosa. Inilah Kasih Allah yang bekerja dengan tuntas. Ketuntasan secara hukum yang membuka jalan dan menjamin manusia berdosa untuk masuk ke dalam hidup yang kekal adalah kasih Allah yang lebih dari sekedar membara, yakni api yang menyala. Marilah kita memahami dan menjalankan kasih Allah secara ‘habis-habisan’ sampai maksimal sesuai situasi dan kondisi kita saat ini.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo