23 Agustus 2024
Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Mat 22:37-40, Yosua 1:6-8
Mat 22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
Yosua 1:6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. 1:7 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.
Pernahkah saudara berpikir hidup disatu negara tanpa ada aturan atau hukum? Bila ini ada maka akan terjadi kekacauan, bayangkan orang pencuri, pembunuhan, terjadi pelanggaran tidak dihukum. Jangan pernah hidup di satu negara yang tidak ada hukumnya. Jadi pastikan hidup dalam satu negara yang ada hukumnya.
Orang Israel dibebaskan oleh Tuhan, mereka harus menempuh perjalanan di padang gurun menuju tanah Kanaan. Di padang gurun, Tuhan memberikan hukum dan perintah yang pasti kepada mereka untuk bisa sampai di Tanah perjanjian, karena hanya dengan taat kepada hukumTuhanlah mereka bisa sampai disana. Tidak ada satu orangpun sampai ke tanah perjanjian kalau tidak dengan caranya Tuhan. Hidup merdeka, bukan berarti hidup bebas alias suka-suka tanpa hukum, tetapi ada aturan dan cara yang baru menjalani hidup dalam kemerdekaan. Tuhan memberikan hukum dan pertintah bagi mereka di Gunung Sinai, yang kita kenal dengan 10 perintah Tuhan dan masih banyak lagi aturan yang Tuhan berikan kepada mereka. Tetapi dalam perjalanannya mereka bersungut-sungut, tidak taat, berontak, membuat dan menyembah allah yang lain, tidak mau menuruti perintah Tuhan, akhirnya hanya Kaleb dan Yosua dari generasi yang keluar dari Mesir sampai ke tanah perjanjian selainnya adalah generasi yang lahir dalam perjalanan.
Demikian juga dengan kemerdekaan rohani yang kita alami, kita sudah mengalaminya tetapi kita harus ingat ada hukum yang baru yang harus kita lakukan agar kita sampai kepada tujuan dari pembebasan yang kita alami. Bagi kita berlaku hukum yang baru, hukum dari penguasa yang baru yaitu hukum Tuhan. Begitu banyak hukum yang harus kita penuhi, tetapi Tuhan menolong kita untuk berpegang kepada hukum yang terutama, seperti yang disampaikan dalam Mat 22:37-40 hidup yang mengasihi Tuhan, sesama dan diri sendiri menjadi dasar untuk kita menjalani kemerdekaan atau kebebasan yang kita miliki.
Selanjutnya dalam Yosua 1:6-8 ada hukum atau perintah Tuhan yang harus diikuti oleh Yosua untuk mengalami keberhasilan dan beruntung yaitu: harus tetap kuat, taat pada firman (tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri), harus memperkatakan firman Tuhan, merenungkan siang dan malam, bertindak hati-hati. Ini sangat penting karena setelah mereka mengalami pembebasan dan masuk tanah Kanaan, mereka menghadapi tantangan, peperangan dan berbagai macam permasalahan.
Sebagai jemaat, apakah setelah kita mengalami kemerdekaan atau pembebasan oleh kasih Tuhan, kita terus hidup sesuai hukum Tuhan? Coba renungkan apa yang membuat kita tidak mau hidup sesuai dengan hukum Tuhan dan bagaimana supaya terus hidup dalam hukumNya? Teruslah hidup dalam hukum Tuhan, maka kemenangan dan keberhasilan menjadi milikmu.
