MINGGU – YESUS MENGUSIR ROH JAHAT

25 Agustus 2024

Penerbit : Departemen Pengajaran GKKD Bogor
Markus 5:1-20

Semua kita pasti pernah mendengar atau membaca kisah seorang yang dirasuk oleh roh jahat di Gerasa. Orang ini benar-benar dikuasai oleh roh-roh jahat. Kuasa roh jahat pasti menarik orang untuk memberontak dan menjauh dari rencana Tuhan. Orang yang berada dalam pengaruh roh jahat mengalami dunia sendiri, suka menyendri dan pergi ke tempat mengikuti keinginan roh jahat tersebut. Dalam perikop ini dikatakan bahwa dia ada di pekuburan, tempat yang biasa dihindari orang yang waras. Pria ini dikuasai oeh roh jahat yang begitu kuat yang bernama legion. Legion artinya banyak “satu kumpulan yang besar”. Sedemikian banyaknya roh jahat yang menguasainya sehingga tidak ada seorangpun yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Begitu kuat dan liarnya orang ini.

Dalam hal ini sepertinya tidak ada harapan lagi baginya, dia dihindari orang, dia menyendiri dan tidak waras atau gila. Tetapi Yesus datang untuk membebaskan/memerdekakan pria ini dari belenggu setan. Orang yang tidak punya harapan, kotor dan bringas, dihindari orang dan hidupnya diperbudak oleh setan, serta tidak pernah berpikir untuk hidup normal kembali, oleh kasih Kristus mengalami pembebasan dan hidupnya normal kembali. Setelah mengalami pembebasan, orang melihat dia duduk, sudah berpakaian dan sudah waras. Selanjutnya dalam ayat 19-20 dikatakan orang itu pulang ke rumahnya, kampung halamannya, disana dia memberitahukan kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasnya dan bagaimana Tuhan telah mengasihaninya. Orang yang tadinya tidak waras tidak berarti lagi, setelah mengalami pembebasan oleh kasih Kristus dia menjadi saksi Kristus, penginjil yang luar biasa di di daerah Dekapolis.

Apa yang kita bisa tarik pembelajaran dari kisah ini, 1). Kitapun sama seperti orang ini, dahulu kita tidak waras, dibelenggu oleh roh jahat. 2) Kehidupan kita begitu kotor dan dihindari orang, tidak masuk hitungan, hidup kita tidak berarti 3) Kita tidak pernah berpikir untuk bebas, tidak tahu mana yang benar dan salah 4) Kasih Kristuslah yang memerdekakan kita, membuat hidup kita berarti. 5) Beritakanlah kemerdekaan oleh kasih Kristus dalam keluarga, komunitas dan lingkunganmu.

“Dahulu hidup kita tidak berarti, sekarang penuh arti setelah mengalami kemerdekakan oleh Kasih Kristus, ini saatnya kita beritakan kemerdekaan oleh kasih-Nya kepada mereka yang masih terbelenggu oleh dosa”.