Istri ditetapkan Tuhan untuk menjadi penolong bagi suami, dan kualitas seorang penolong sangat ditentukan oleh penundukan diri yang benar karena itu yang Tuhan perintahkan kepada istri.
Tuhan memiliki pola ilahi dalam keluarga yaitu : Kristus sebagai kepala, suami tunduk kepada Kristus dan istri tunduk kepada suami..(Efesus 2 :22-24)

Pola istri tunduk kepada suami sama seperti jemaat tunduk kepada Kristus, seperti yang diteladankan oleh Sarah dia menyebutkan Abraham tuannya, yang bisa kita artikan dalam kehidupan sehari hari bagaimana cara kita berbicara, respon-respon kita, bahasa tubuh kita mencerminkan cara-cara kita menghargai dan menghormati suami.
Ada beberapa hal yang membuat istri sulit untuk tunduk kepada suaminya:
1. Akibat rasa tidak berharga,
yaitu ketika dalam memenuhi keberhargaannya istri masih mencari keberhargaan yang salah sehingga menjadi bersaing dengan suami,
2. Akibat pola asuh dalam masa pertumbuhannya,
yaitu meniru ibu yang dominan menguasai suami, atau punya ayah yang terlalu keras, suka memukul, melakukan kekerasan tidak hanya fisik tapi dengan kata-kata (verbal) sehingga pada saat menjadi seorang istri, dengan tanpa sadar ia membalaskan semuanya kepada suaminya.
3. Akibat trauma
yaitu pernah disakiti oleh pria.
4. Akibat dosa
(kejadian 3 :16), yaitu tidak puas pada otoritas suami, melihat suaminya banyak kelemahan dan kurangnya, dan tidak mau tunduk terhadap perintah Allah, sehingga terjadi “perebutan” kekuasaan di dalam keluarga, istri ingin pegang kendali atas segala keputusan didalam rumah tangga, dan biasanya terjadi di 5 tahun pertama pernikahan dan akan terlihat siapa pemenangnya. Beberapa tanda bahwa istri telah mengambil kendali dan tidak tunduk kepada suami adalah: bahtera rumah tangga tidak berjalan menuju tanah perjanjian (kehilangan sukacita, kemesraan dan berkat), begitu banyak konflik, kesulitan ekonomi, sakit penyakit, anak-anak bermasalah, masalah dalam hubungan bahkan suami menyerah, semua diserahkannya kepada istrinya.
5. Karena temperamen
(dominan, intim, stabil dan cermat), seharusnya tidak bisa menjadi alasan untuk tidak tunduk kepada suami, karena tunduk itu adalah masalah sikap hati.

Apa yang terjadi ketika wanita gagal menundukkan diri dengan benar kepada suaminya?
Maka Istri akan mengontrol dan mengendalikan suaminya dengan cara :
A. Dominasi,
bentuk kontrol dengan terang-terangan (paksa), dan biasanya sikap ini akan terlihat ketika mereka ada didepan orang lain, dan biasanya temperamen dominan.
B. Manipulasi,
bentuk kontrol yang tidak kelihatan (terselubung) melalui orang lain (anak, teman), biasanya temperamen intim.
C. Intimidasi,
menakut nakuti dengan ancaman atau membandingkan dengan orang lain Dan ketika istri ada dalam penundukan diri yang benar, sesungguhnya ia akan lebih bisa untuk menolong suaminya agar lebih berperan dan bertumbuh sebagai kepala (sumber) dan pemimpin yang berhasil di keluarga, pekerjaan dan pelayanannya.
Apa yang menjadi kunci agar istri dapat tunduk dengan benar kepada suami?
Istri haruslah belajar untuk mengembangkan karakter-karakter :
a. Sabar,
yaitu suatu sikap dan respon yang dapat menerima kekurangan, kelemahan dan kegagalan suami dengan sabar (Kolose 3 : 13); Sabar dan mengampuni adalah 2 (dua) sisi mata uang yang harus berjalan bersama, dan dengan konsisten, terus menerus, tanpa batas waktu, mengijinkan Tuhan untuk memulihkan dan mengubahkan suaminya.
b. Setia,
Menggunakan keadaan atau saat-saat yang sulit sebagai cara untuk menunjukkan komitmen dalam melayani suami yang Tuhan berikan; setia untuk mendukung, melayani dan berdoa (Amsal 31 :12), serta berbuat baik kepada suaminya.
c. Bersyukur,
Mengucap syukur atas suami akan membuat kita bisa menjadi penolong agar suami dapat menjadi lebih maksimal (Kolose 3 :16).
Bagaimana Kuasa Penundukan diri memulihkan suami-istri dan keluargamu?
Firman Tuhan dalam Ibrani 4:12 mengatakan “sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedangbermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedangbermata dua manapun artinya ketika kita percaya dan menerima kebenaran firman Allah, maka firman itu “dengan penuh kuasa dan sangat tajam” akan menyembuhkan dan memulihkan kita dari segala kenangan trauma dan masalah masa lalu yang tersimpan dan tersembunyi di dalam roh dan jiwa kita seperti luka batin, pola asuh yang salah, dan segala pengalaman-pengalaman trauma, serta perbuatan-perbuatan dosanya. Dan Firman Allah juga menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum artinya bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, dan tidak ada satu halpun dalam hidup kita yang tidak Tuhan ketahui, semua bisa Tuhan bedakan dan identifikasi darimana akar dan sumber masalahnya, sehingga IA Tuhan dengan tepat dapat memberikan jalan keluar dan cara pemulihan yang terbaik bagimu.
Sebab Firman Allah hidup, kuat dan berkuasa mari engkau para istri, sebelum engkau melihat perubahan pada suami dan keluargamu, ambillah keputusan untuk mengawali dengan mempercayai, mentaati dan menundukkan diri kepada Tuhan dan FirmanNya yang hidup.
Salam,
Virtuous Women,
