19 Januari 2021
By: Pdt. Freddy K. H. Siregar
Markus 2:19-20, Yohanes 6:35
Ada yang bertanya kepada Yesus: “Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Tuhan Yesus menjawab dengan menggunakan kata kiasan (alegori) tentang sahabat-sahabat mempelai laki-laki dan mempelai yang bersama dengan sahabat-sahabatnya dan mengatakan: “selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

Apa sebenarnya apakah arti dan makna rohani dari perkataan Yesus tersebut? Sahabat-sahabat mempelai laki-laki adalah murid-murid Yesus (Gereja Tuhan), dan mempelai adalah Tuhan Yesus. “Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa” artinya Yesus sedang menggambarkan bahwa ketika kita sedang bersama-sama dengan DIA, Tuhan mau agar kita menyadari bahwa kita telah menerima sukacita surgawi karena telah dimerdekaan dan ditebus dari segala beban dan dosa, dan dilayakkan untuk masuk dalam persekutuan yang erat secara pribadi dengan DIA.

Tuhan mau untuk selalu bersama-sama dengan murid-muridNya (dan kita hari ini) artinya Tuhan rindu agar didalam perjalanan hidup kita dibumi senantiasa mengalami kuasa persekutuan tersebut dan mengalami manifestasi kuasa Roh Kudus, bertambah hikmat, otoritas, bermultiplikasi, berbuah banyak dan semakin berdampak dan berhasil ditengah-tengah dunia ini.

