03 Februari 2021
By: Pdm. Rudy Langitan
Roma 12 : 1-2, 2 Korintus 5:17
Pada waktu kita lahir baru, yang diperbaharui Tuhan hanyalah Roh saudara (2 Korintus 5 : 17, ) tetapi jiwa saudara harus diperbaharui dengan merubah cara berpikir saudara. Roma 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu,….

Satu-satunya cara kita bisa buktikan bahwa firman Allah adalah kebenaran bagi orang lain, jika kita berubah cara berpikir kita. Kalau kita tidak melalui proses perubahan, seperti dalam kehidupan kupu-kupu yang mengalami perubahan metamorfosis, kita akan berdebat dengan orang lain tentang agama/keyakinan masing-masing. Orang beragama dapat “berdiam” setelah melihat kita berubah sikap dan perilaku dan akhirnya mereka dapat menerima bahwa Kekristenan adalah kehendak Allah yang sempurna, baik dan berkenan. Kita bisa saja sudah lahir baru (menerima Yesus sebagai Tuhan) dan menyatakan bahwa kita adalah ciptaan baru dalam Kristus, tetapi kalau kita masih hidup dalam pola pikiran yg lama/kirbat yang lama (masih pola pikir miskin, tidak kreatif, minder, negative, picik, tidak mau berubah, keras kepala) serta memiliki perilaku dan karakter yang masih duniawi.

Itu artinya kita belum mengalami perubahan yang utuh dan hanya mengenakan gelar “Kristen”. Tetapi memang perubahan tidaklah instan tetapi terus menerus, jangan menyerah dan tetaplah bersabar.
Dibutuhkan kuasa Firman, keintiman dengan Tuhan, kehidupan doa, persekutuan dan pelayanan bagi sesama. Salam Matanoia!

