19 Mei 2021
By : Hendrik Yulianto
2 Korintus 6:14-18
A. PENGANTAR
Setiap kita yang mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, hidupnya adalah bait Allah. Dan tidak ada hubungan antara bait Allah dengan berhala. Tidak ada penyesuaian antara bait Allah dengan berhala. Bait Allah tidak berdampingan dengan berhala. Tidak pantas, berhala ada didalam bait Allah. Kita sebagai bait Allah kita harus menjaga kesucian dari bait Allah itu yaitu dengan cara keluar dan memisahkan diri dari orang-orang yang tidak percaya. Orang-orang yang tidak percaya disini bukan secara sempit berarti orang non-Kristen. Melainkan bisa berarti orang-orang yang tidak setia (unfaithful, faithless), tidak bisa dipercaya, dan tidak percaya kepada Tuhan. Bisa saja orang-orang yang tidak percaya tersebut adalah termasuk didalamnya orang-orang beragama Kristen yang hanya Kristen dibibir dan dimulut saja namun tidak dalam perilakunya. Orang-orang yang secara status dan agama dia Kristen, tapi secara perilaku dia Atheis. Intinya adalah kita tidak boleh mengikuti cara hidup dan cara berpikir orang-orang dunia yang tidak sesuai dengan standar Allah (apapun agama mereka).
Kita harus keluar dan memisahkan diri dari orang-orang tersebut. Artinya bukan secara ekstrem tidak bergaul dengan mereka tapi kita tidak mengikuti cara berpikir mereka yang tidak percaya kepada Tuhan dan apalagi perilaku dan sikap mereka kita tidak boleh ikuti. Bergaul boleh saja dan bahkan harus karena kita harus menjadi terang ditempat yang gelap bukan? Namun yang tidak boleh adalah kita bergaul sampai dalam tahap mengikuti cara hidup, cara berpikir dan perilaku mereka. Memisahkan diri jika dilihat dari bahasa aslinya artinya adalah “untuk menandai dari orang lain dengan batas-batas, untuk membatasi, untuk memisahkan”. Jadi kita harus tahu dan mengenal batas-batas antara kita dan mereka. Kita bergaul untuk menjadi terang bagi mereka, namun kita membatasi diri kita dengan tidak mengikuti cara hidup, cara berpikir, perilaku mereka yang tidak berkenan kepada Tuhan.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Mari kita baca 2 Korintus 6 : 14-18
Temukan apa saja Perintah Tuhan agar Dia menjadi Bapa kita dan kita menjadi anak-anakNya laki-laki dan anak-anakNya perempuan.
- Janganlah kamu…(6:14)
- Sebab itu : … (6:17)
- dan … dirimu dari mereka (6:17)
- dan janganlah…apa yang najis (6:17)
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Renungkan apa yang sudah kita temukan dari bacaan kita hari ini. Berilah waktu setidaknya 15 menit untuk memikirkannya.

B.3. MELAKUKAN (M3)
- Adakah kita masih mengikuti cara hidup, cara berpikir dan perilaku orang-orang dunia?contoh : dunia mengajarkan kita, bahwa status sosial kita ditentukan oleh seberapa besar ukuran rumah kita, merk dan tipe apa kendaraan kita, tinggi/rendah jabatan kita, dimana anak kita sekolah/kuliah, dsb. Adakah kita masih memiliki konsep berpikir seperti itu? jika ya, bertobatlah dan milikilah cara berpikir yang baru dan benar.
- Perhatikan kembali dengan siapa kita bergaul dan berteman, kenali batas-batasnya. Kita harus menjadi garam dan terang bagi mereka.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Saksikan kepada saudara seiman dan rekan komsel pengalamanmu mengenai topik ini dan ajaklah mereka memperhatikan kembali pergaulan mereka juga memperbaharui cara hidup dan cara berpikir yang masih mengikuti orang-orang dunia.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

