KAMIS – KELUAR DARI JEBAKAN PARADIGMA

20 Mei 2021

By : Hendrik Yulianto
Roma 12:2
A. PENGANTAR

Menanggalkan manusia lama salah satunya juga adalah menanggalkan paradigma-paradigma yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Firman Tuhan. Paradigma atau cara berpikir seseorang menentukan cara hidup seseorang. Jika benar paradigmanya, benar pula kehidupannya. Sebaliknya jika paradigmanya salah atau sesat, sesat pula kehidupannya. Dan iblis tahu mengenai hal ini, sehingga dia akan berusaha agar manusia disesatkan cara berpikirnya. Adam dan Hawa pun jatuh diawali dari pikirannya yang disesatkan. Penyesatan pola pikir, cara pandang, dan pengertian manusia terhadap segala sesuatu yang dilakukan oleh iblis ibarat musuh yang membunuh dalam kesenyapan. Dari luar nampak tidak ada yang salah, tapi ujungnya adalah kematian dalam arti terpisah dari Allah.
Karena itu Tuhan mengingatkan kita agar kita jangan terjebak dalam paradigma yang dari dunia ini. Dalam Roma 12:2 dikatakan janganlah kita menjadi serupa (menyesuaikan diri/kompromi baik pikiran atau karakter) dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu (pengertianmu).

Paradigma yang dari dunia ini yang biasanya menjebak kebanyakan orang adalah meliputi kekuatiran (kecemasan, ketakutan akan hari esok), tipu daya kekayaan (materialisme), kehormatan/kekuasaan dan keserakahan. Dan masalahnya adalah karena kebanyakan kita sudah terlalu lama hidup dalam cara pandang yang salah, maka menjadi tidak mudah untuk bisa keluar dari jebakan itu. Perlu perjuangan, pembaharuan pengertian yang terus menerus yang tentu dihasilkan dari persekutuan yang intim dengan Tuhan dan respon yang benar terhadap tuntunan Roh Kudus.

B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Mari kita baca Roma 12 : 2 dan temukan Tuhan meminta kita untuk apa? Dan bagaimana caranya? Lalu supaya apa?

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Dari bacaan kita di Roma 12:2, renungkan kenapa Tuhan ingin kita bisa membedakan manakah yang menjadi kehendakNya?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Coba gali dari dalam hidup masing-masing, paradigma atau cara berpikir, atau filosofi yang sampai saat ini mungkin tanpa disadari masih mempengaruhi hidup kita begitu kuat? Kemudian renungkan apakah hal itu sesuai dengan Firman Tuhan?
Contoh-contoh paradigma yang salah yang seringkali menjebak banyak orang :

  • Bahwa semakin banyak uang/harta yang kita miliki maka kita akan merasa aman. Bukan lantas kita menjadi malas dan tidak bekerja, tapi jika memilikinya hendaknya kita tidak terikat dengan semua itu.
  • Bahwa tidak lengkap hidup ini jika tidak memiliki pasangan, atau yang memiliki pasangan akan merasa lengkap jika memiliki momongan. Tidak masalah jika kita memilikinya, tapi juga harusnya tidak menjadi masalah jika tidak memilikinya. Yang perting kita memiliki Tuhan dan dimiliki oleh Tuhan.
  • Bahwa semakin banyak harta yang ditinggalkan untuk anak, atau pendidikan yang tinggi yang bisa diberikan maka bisa disebut orang tua yang berhasil. Padahal yang terpenting adalah teladan orang tua kepada anak-anak, adakah anak-anak menemukan jejak Tuhan dalam kehidupan orang tuanya.
  • Dsb, coba diskusikan dengan anggota komsel/saudara seiman.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Saksikan kepada anggota komsel/saudara seiman perjuangan masing-masing untuk lepas dari paradigma-paradigma yang salah.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47