MINGGU – MEMATIKAN SIFAT DOSA

23 Mei 2021

By : Hendrik Yulianto
Roma 3:23, Yoh 17:17, Yoh 8:31-32, Roma 8:28
A. PENGANTAR

Banyak orang berhenti hanya pada meminta pengampunan atas dosa yang sudah dilakukan dan merasa sudah selesai. Padahal dosa bukan hanya bicara tentang perbuatan dosanya, tapi juga potensi yang menggerakkan seseorang melakukan perbuatan dosa. Potensi ini disebut juga sebagai sifat dosa yang melekat dalam diri kita atau kodrat dosa. Dimana sifat dosa ini merupakan konsekuensi dari kejatuhan manusia dalam dosa. Manusia telah kehilangan kemuliaan Allah yang artinya kehilangan kualitas ilahi yang Allah sudah berikan saat menciptakan manusia. Tapi pengorbanan Tuhan Yesus mengembalikan potensi untuk memiliki kualitas yang hilang tersebut. Akibat dari perbuatan dosanya sudah diselesaikan, sudah dihapuskan oleh darah Yesus. Tapi potensi atau kodrat dosanya tidak serta merta hilang. Perlu respon dari manusianya sendiri. Oleh karenanya kenapa orang yang sudah mengenal Yesus pun bahkan mungkin kita sendiri yang mengaku “sudah lahir baru” masih bisa jatuh kedalam dosa, hal ini karena potensi dosa/kodrat dosanya belum diselesaikan sepenuhnya. Jadi tidak cukup dengan meminta pengampunan atas dosa yang telah dilakukan, tapi juga harus disertai komitmen/tekad untuk tidak mengulangi dosa itu dengan cara mematikan kodrat dosa tersebut.
Untuk bisa mematikan kodrat dosa tersebut pertama kita harus mendengarkan Firman yang benar (Yoh 17:17). Kodrat dosa diselesaikan dengan ketekunan mendengarkan Firman yang mengubah cara berpikir, sehingga memperoleh kemerdekaan dari dosa (Yoh 8:31:32). Kedua, kita harus hidup dipimpin oleh Roh Kudus (Yohanes 14:26). Roh Kudus menuntun kita kepada seluruh kebenaran. Itu sebabnya penting untuk memiliki jam doa dan saat teduh yang teratur setiap hari. Karena Allah mengubah kita melalui perjumpaan-perjumpaan denganNya dalam doa. Dan yang ketiga, kodrat dosa kita diubahkan melalui proses yang kita alami dari berbagai peristiwa/pengalaman didalam hidup (Roma 8:28). Setiap kejadian yang Tuhan ijinkan dalam hidup orang percaya, mendatangkan kebaikan yaitu menjadi serupa dengan Yesus. Dalam setiap kejadian ini, kita harus berespon positif dengan mengucap syukur dalam segala hal agar bisa menangkap maksud Tuhan dibalik kejadian yang kita alami.

Menanggalkan manusia lama berarti mematikan kodrat dosa yang ada dalam diri kita sampai bukan hanya tidak berbuat dosa, tapi bahkan sampai tidak bisa berbuat dosa lagi. Dan untuknya kita harus memastikan konsisten hidup dalam 3 hal tersebut diatas.
PEMBELAJARAN

B.1. MENEMUKAN (M1)

Mari baca Roma 3:23. Temukan apa yang telah hilang akibat dosa? Kemuliaan dalam bahasa aslinya bisa berarti juga martabat. Martabat atau harga diri seseorang ditentukan dari kualitas orang tersebut. Manusia berharga karena ada kualitas ilahi yang telah Allah taruhkan dalam diri manusia. Tapi saat manusia jatuh dalam dosa, kualitas itu hilang atau merosot atau berkurang atau tidak sesuai standar yang Allah inginkan (lack, be behind, fail).

B.2. MERENUNGKAN (M2)

Dari 3 hal yang perlu kita lakukan untuk mematikan kodrat dosa dalam diri kita, manakah yang kita belum konsisten melakukannya?

B.3. MELAKUKAN (M3)

Mari setia terus dalam membaca, mendengarkan dan merenungkan Firman Tuhan agar kita terus dikuduskan dalam kebenaran. Ingat, yang terpenting adalah mengerti maksud dari Firman Tuhan itu, sehingga pengertian kita dibaharui. Kemudian tetap tekun dan konsisten dalam saat teduh dan doa pribadi. Dan dalam segala pergumulan dan peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, mengucap syukurlah dan pahami apa yang menjadi maksud Tuhan.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Bagikan kebenaran ini kepada saudar seiman dan rekan komsel, dan sertai dengan kesaksian-kesaksian pribadi.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47