22 Mei 2021
By : Hendrik Yulianto
Matius 5:20
A. PENGANTAR
Salah satu perangkap yang membinasakan umat Tuhan adalah jerat kekristenan yang agamawi. Kekristenan yang hanya menjadi seperti baju yang dikenakan saat hari minggu, kemudian dilepaskan setelah itu. Kekristenan yang tidak dikenakan setiap hari dan setiap saat. Kekristenan yang hanya digunakan agar hati tenang dan tentram saat dalam kegelisahan dan kekalutan. Kekristenan yang hanya sebagai agama yang membuat orang beribadah kepada Tuhan tapi tidak berkuasa atas hidup orang itu sehingga dirinya sendirilah yang berkuasa atasnya. Kekristenan seperti ini pastilah tidak berkenan dihati Tuhan.
Firman Tuhan dalam bacaan kita hari ini mengatakan bahwa hidup keberagamaan kita harus lebih baik daripada ahli taurat dan orang-orang farisi. Artinya kita harus lebih dari ahli taurat yang hanya mengetahui dan mengerti hukum-hukum Allah tapi tidak melakukannya atau seperti orang Farisi yang hanya melakukan hukum-hukum Allah sebagai sebuah tradisi dan rutinitas/kebiasaan. Melakukan karena takut kepada hukuman yang ada dibaliknya.

Kekristenan adalah jalan hidup, jalan hidup seperti Yesus. Kristen artinya serupa Kristus. Jadi Kekristenan yang sejati adalah kehidupan yang semakin serupa dengan Kristus dalam segala hal. Serupa Kristus berarti sempurna seperti Bapa. Kekristenan yang bukan hanya puas sudah melakukan hal-hal yang bersifat agama secara lahiriah, tetapi harus sampai kepada level memuaskan kehendak Bapa yaitu sempurna seperti Dia (Matius 5:48). Kekristenan sejati dijalani dengan kehausan dan kerinduan untuk menyenangkan hati Bapa, bukan karena ketakutan akan hukuman. Kekristenan sejati menjadikan Tuhan berkuasa atas hidup kita.
B. PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Mari baca Matius 5:21-48. Kita akan menemukan sebuah pola, yaitu Tuhan Yesus melengkapi taurat yang sudah ada dengan perintah yang levelnya kesulitannya lebih tinggi lagi.
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Dengan memberi perintah yang level kesulitannya lebih tinggi, Tuhan Yesus ingin membawa kita bisa mencapai level sempurna seperti Bapa. Renungkan, apakah mungkin Tuhan memberikan perintah yang tidak mungkin bisa kita lakukan?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Coba cek diri kita apakah kita merasakan bahwa hidup kekristenan yang kita jalani sekarang membawa kita semakin serupa dengan Kristus dalam segala hal? Jika tidak, jangan-jangan kita sedang terjebak dalam kekristenan yang agamawi.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Saksikan kepada saudara seiman bagaimana perjalan hidup kekristenan saudara membawa saudara semakin seperti Kristus.

