RABU – PERKATAAN YANG MEMBANGUN

09 Juni 2021

By : Pdm. Rudy Langitan
Amsal 12:18

Perkataan memiliki kekuatan (kuasa) untuk untuk mengubahkan seseorang, menjadi lebih baik ataupun semakin hancur. Di dalam perjalanan, seseorang bisa marah besar hanya karena seseorang pengendara berbelok secara mendadak, dsb. Seseorang ibu/ayah bisa marah besar terhadap anaknya yang tidak melakukan instruksi dengan baik. Semua dilakukan secara spontan sebagai reaksi dari suatu kejadian tersebut, mungkin dianggap wajar. Tetapi, pernahkan kita berpikir tentang dampak dari perkataan negatif kita?
Perkataan seperti pisau. Pisau yang tajam bisa dipakai untuk membunuh, tetapi di sisi lain ia dapat menolong kita melakukan banyak hal. Seseorang bisa lebih semangat, lebih percaya diri, bersyukur, lebih banyak berbuat baik dan menolong orang lain; seseorang bangkit dan percaya bahwa hidupnya bisa lebih baik; seorang jahat dan keras kepala bisa berubah menjadi pribadi yang lembut dan rendah hati dst, melalui sebuah perkataan positif dan membangun. Lagipula, bukankah setiap orang pada dasarnya ingin menjadi lebih baik, lebih maju, lebih semangat, lebih berguna, lebih bahagia, lebih didukung, dst? Perkataan kita adalah alat yang efektif untuk mendukung kebutuhan dasar tersebut.

MENEMUKAN (M1)

Renungan pagi ini, Amsal 12 :17-18 katakan, Siapa yang mengatakan kebenaran menyatakan apa yang adil tetapi saksi dusta menyatakan tipu daya. Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.”
Pertanyaan :

  1. Apa yang dihasikan atau apa dampak dari orang yang mengatakan kebenaran?
  2. Coba renungan dan pikirkan dalam hal apa saja kita masih bisa terpancing/terpeleset mengatakan suatu yang lancang/negatif (kata-kata tajam yang menyakitkan?)
MERENUNGKAN (M2)

Ayat perenungan pagi ini menjelaskan bahwa perkataan atau lidah memberikan dampak, bisa mendatangkan masalah dan juga mendatangkan kasih karunia. Untuk itu Tuhan mengajarkan kita untuk menjaga perkataan kita, Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu (1 Petrus 3:10-11)

MELAKUKAN (M3)

Ketika kita mau menjaga perkataan (lidah) kita maka kita akan melihat hari-hari yang baik bahkan ia akan mencintai hidup (mengalami hidup yang indah dan menyenangkan orang lain serta mendatangkan kasih karunia ke banyak orang),
“Mudah ngak?” Tentunya tidak karena kita sering terpeleset oleh lidah kita yang kecil. Mari saudaraku kita saling mengingatkan satu sama lain untuk menjaga lidah kita dan senantiasa tidak reaktif dan respon dengan terlalu cepat dalam situasi yang tidak nyaman.

MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah pengalaman kemenanganmu dari “terpeleset” lidah/perkataan, bagaimana engkau kemudian diubahkan oleh Tuhan dan mengalami berkat.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47