11 Juni 2021
By : Pdm. Rudy Langitan
Mazmur 39:2, 1 Petrus 4:11
Memperbincangkan orang lain berkenaan dengan kelemahan, kekurangan, kesalahan atau keburukannya, walaupun sebenarnya kita tidak tahu persis kebenarannya, bagi sebagian orang merupakan hal yang sangat menarik, menyenangkan dan menimbulkan kepuasan tersendiri. Itulah gosip! Gosip adalah obrolan dan cerita negatif tentang orang lain, pergunjingan. Bagi penggosip, menggosip adalah aktivitas menghibur, apalagi ditambahi ‘bumbu-bumbu’ yang sedap; namanya juga ‘gosip’, semakin digosok semakin sip! hehehehehe
Mendengar kata orang fasik kita sering mengidentikkan dengan orang-orang yang melakukan tindak kejahatan, seperti membunuh, mencuri, merampok, memukul, menghujat Tuhan dan sebagainya. Ketahuilah bahwa orang yang suka memfitnah, bergosip, ‘bocor mulut’, menghakimi sesama adalah termasuk juga orang fasik. Selama ini secara tidak sadar banyak orang Kristen berkompromi, bahkan turut terlibat dengan orang-orang yang kesukaannya menggosip. Rasanya puas sekali berkumpul dengan teman mengupas tuntas kejelekan orang lain. Adalah berbahaya jika kita tak mampu mengekang lidah, yang “..walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar…ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.” (Yakobus 3:5,8).

MENEMUKAN (M1)
Renungan pagi ini adalah “Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku.” (Mazmur 39:2) dan “Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah;” (1 Petrus 4:11)
Pertanyaan :
- Apa yang harus kita lakukan dengan mulut kita agar kita dapat menjaga diri kita?
- Dan jika aku harus bicara, apa yang harus aku sampaikan kepada orang lain?
MERENUNGKAN (M2)
Tugas kita orang Kristen ialah memberitakan firman Tuhan dan bersaksi tentang Kristus, bukan bergosip. Jangan mau diperalat Iblis menjadi penyambung lidah untuk perkara-perkara yang tidak benar. “Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;” (Mazmur 34:14).

MELAKUKAN (M3)
Ketika kita mampu menjaga lidah kita dengan baik alias tidak bergosip maka Tuhan berjanji bahwa “perkataanmu akan memberikan semangat baru kepada orang yang letih lesu” (Yesaya 50 : 4)
Mau saudara menjadikan lidahmu menjadi lidah seorang murid? Pastilah!
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pengalamanmu (apa yang engkau rasakan dan alami) ketika engkau mengalami kemenangan dalam perkara tidak menyampaikan kabar hoak alias gossip?
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

