By : Hendrik Yulianto
Yohanes 14:6
A. PENGANTAR
Apakah yang dimaksud dengan Kebenaran? Menurut KBBI, Kebenaran adalah: keadaan (hal dan sebagainya) yang cocok dengan keadaan (hal) yang sesungguhnya, sesuatu yang sungguh-sungguh (benar-benar) ada, sesuai sebagaimana adanya (seharusnya); betul; tidak salah.
Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa diriNya adalah Kebenaran (Yohanes 14:6). Kebenaran di ayat ini bahasa aslinya adalah aletheia yang berarti apa yang benar dalam hal apapun yang sedang dipertimbangkan, apa yang benar dalam hal-hal yang berkaitan dengan Tuhan dan kewajiban manusia, kebenaran moral dan agama. Atau bisa dikatakan aletheia adalah kebenaran yang berhubungan dengan pengertian akan Allah dan kehidupan ini menurut pandangan yang benar. Jadi jika kita ingin memiliki pengertian yang benar tentang Allah atau kehidupan ini, maka kita bisa melihat kepada kehidupan Tuhan Yesus yang mana itu pasti tidak akan salah. Aletheia juga dalam bahasa inggrisnya adalah Truth, yang bisa juga berarti kebenaran sejati. Kebenaran sejati tidak dapat diuji secara eksternal karena tidak ada yang diatasnya yang dapat dipakai untuk menguji.
Bicara tentang bagaimana menjalani kehidupan ini dan bagaimana kaitannya dengan Allah, Tuhan Yesuslah teladan kita. Artinya Dialah standar/acuan yang harus dikenakan manusia. Bahwa segala sesuatu yang Dia katakan, atau ajarkan dan cara berpikir serta seluruh gaya hidupNya adalah contoh bagi kita untuk kita teladani. Kenapa kehidupan Tuhan Yesus adalah standar kehidupan manusia? Karena Dialah yang benar, yang cocok dengan keadaan yang sesungguhnya yang sesuai sebagaimana adanya (seharusnya), betul dan tidak salah. Standar artinya, dalam hal apapun kita harus meneladani apa yang Tuhan Yesus sudah peragakan atau ajarkan. Dalam hal bekerja, mengampuni, berkata-kata, mengasihi sesama, bagaimana Dia berdoa, apa yang Dia doakan, hubunganNya dengan Bapa, dsb kita harus mengacu pada apa yang Tuhan Yesus ajarkan. Dengan memahami segala sesuatu yang diajarkan oleh Tuhan Yesus dan mengenakannya dalam kehidupan secara nyata, maka berarti seseorang hidup di dalam kebenaran.

Hidup dalam kebenaran bagi orang percaya bukanlah perilaku hidup berdasarkan hukum, melainkan berdasarkan cara berpikir Tuhan yang oleh karena itu kita harus memiliki pikiran dan perasaan Kristus, sehingga memiliki hidup seperti hidup yang dijalani Tuhan Yesus dua ribu tahun yang lalu.
Dengan demikian orang percaya bisa berkata: “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku” (Gal. 2:20).
Inilah standar hidup yang harus dikenakan oleh setiap orang percaya.
PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Mari kita baca Yohanes 14:6, temukan 3 hal yang dikatakan Tuhan Yesus mengenai diriNya :
- Akulah… dan
- … dan
- …
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Mari masing-masing renungkan dalam doa dan saat teduh supaya dalam tuntunanNya kita bisa lebih memahami apa yang dimaksud dengan ayat Yohanes 14:6.
Tuhan Yesus berkata Dialah Jalan dan Kebenaran dan hidup. Tidak seorangpun dapat datang kepada Bapa jika tidak melalui Tuhan Yesus. Bagaimana kita bisa sampai kepada Bapa? Hanya Tuhan Yesus lah jalannya. Bagaimana melalui jalan itu? ikuti teladan Tuhan Yesus, karena Dialah kebenaran, tidak ada kesalahan dalam diriNya. Dan syukur kepada Allah, karena pengorbanan Tuhan Yesuslah kita beroleh hidup. Kita perlu hidup ini, karena sesungguhnya tidak ada seorangpun yang bisa tetap hidup jika bertemu dengan Bapa segala roh yang menciptakan segala sesuatu. Karena Bapa Kudus dan ketidakkudusan tidak akan bertahan di hadapanNya. Bagi orang percaya yang mengikuti teladan Tuhan Yesus, dia akan beroleh hidup dan kita bisa dan boleh bertemu dengan Bapa. Terpujilah Tuhan.
B.3. MELAKUKAN (M3)
Mari mulai saat ini kita belajar untuk terus meneladani kehidupan Tuhan Yesus, apa yang sudah Dia peragakan dan ajarkan. Dalam segala hal kita belajar untuk bertanya kepada Dia apa yang sekiranya Tuhan Yesus akan lakukan jika Dia menjadi kita. Jika kita setia mempraktekkan hal ini, maka kita akan menjadi terbiasa untuk memahami pikiran dan perasaan Tuhan.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakan dan bagikan kepada orang lain kesaksian saudara berkenaan dengan topik renungan hari ini agar mereka juga diberkati dan diubahkan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

