20 Juli 2021
By : Hendrik Yulianto
Matius 5:6
A. PENGANTAR
Matius 5:6 mengatakan bahwa orang yang lapar dan haus akan kebenaran saja lah yang akan dipuaskan. Jadi tidak ada ceritanya orang yang tidak lapar dan haus kemudian tiba-tiba akan dipuaskan. Tidak ada. Hanya orang yang lapar dan haus saja.
Lapar dan haus dalam ayat ini adalah sebuah bahasa kiasan yang jika diartikan adalah mendambakan dengan bersemangat, mencari dengan hasrat yang menggebu-gebu, dengan susah payah merasakan kekurangan mereka, dan sangat merindukan hal-hal yang dengannya jiwa disegarkan, didukung dan dikuatkan. Sedangkan kata Kebenaran di dalam Matius 5:6 ini bahasa aslinya dikaiosune. Berbeda dengan kata Kebenaran pada Yohanes 14:6 seperti yang sudah kita pelajari kemarin yaitu aletheia. Dikaiosune artinya adalah keadaan yang sebagaimana mestinya, kebenaran, kondisi yang diterima Tuhan. Dikaiosune dalam bahasa inggrisnya diterjemahkan Righteousness, sedangkan aletheia adalah Truth. Kebenaran sejati (Truth) tidak dapat diuji karena tidak ada yang diatasnya yang bisa dipakai untuk menguji. Sedangkan kebenaran (righteousness) bisa diuji, yaitu dengan menyandingkannya dengan Truth. Jadi yang dimaksud dengan keadaan yang sebagaimana mestinya atau kondisi yang diterima oleh Tuhan(righteousness) itu seperti apa? Yaitu keadaan/kondisi yang standarnya seperti Yesus (Truth).
Jadi melaui FT ini, kita diingatkan bahwa hanya orang yang (mendambakan dengan bersemangat, mencari dengan hasrat yang menggebu-gebu dan sangat merindukan) untuk dirinya bisa mencapai (keadaan yang sebagaimana mestinya, keadaan/kondisi yang diterima Tuhan yaitu keadaan/kondisi seperti Yesus) sajalah yang akan dipuaskan. Dipuaskan dari bahasa aslinya adalah diberi makan dengan tumbuh-tumbuhan, rumput, jerami, untuk mengisi, memuaskan dengan makanan, untuk menggemukkan hewan. Dimana bisa kita artikan segala macam makanan dengan kandungan gizi, serat, protein yang berguna bagi pertumbuhan.
Hanya orang-orang yang haus dan lapar untuk menjadi serupa dengan Dia sajalah yang akan Dia puaskan. Akan Dia bawa untuk bisa menemukan segala macam sumber daya yang diperlukan untuk dia bisa mencapai level seperti yang Tuhan kehendaki. Akan Dia bawa untuk menemukan kebenaran-kebenaran dan hikmatNya yang tersembunyi. Akan Dia bawa untuk memahami pemikiranNya, memahami kehendakNya dan memahami isi hatiNya.

Orang yang status quo yang sudah puas dengan keadaannya, dia tidak akan pernah kemana-mana , tidak akan pernah beranjak dari tempat dia berdiri, dan tidak akan pernah mencapai level pertumbuhan seperti yang Tuhan kehendaki.
PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)
Mari baca FT di Matius 5:6 dan temukan apa syarat agar kita dipuaskan?
B.2. MERENUNGKAN (M2)
Mari kita renungkan masing-masing : jika kita coba ukur dengan angka 1-10 kira-kira dilevel berapakah rasa lapar dan haus kita untuk bisa menjadi serupa dengan Tuhan Yesus dalam segala hal? Kemudian dari hari ke hari, bulan ke bulan dan tahun ke tahun apakah level kita dalam tren yang naik atau malah turun?

B.3. MELAKUKAN (M3)
Orang yang lapar dan haus akan kebenaran pastilah menghargai setiap waktu dan kesempatan yang ada untuk dia bisa berjumpa dan berdialog dengan Tuhan, entah itu dalam doa dan saat teduh pribadi, dalam ibadah, komsel, bahkan dalam kegiatan sehari-hari. Karena itu mari kita pastikan bahwa kita masih menghargai waktu-waktu itu bahkan menantikannya. Saat ibadah, siapakah yang kita nantikan? Apakah pendetanya/khotbahnya? Apakah WLnya? Ataukah Tuhan sendiri? Memang khotbah yang menarik, itu sangat menyenangkan dan tidak membosankan. Tapi seharusnya kita tidak bergantung kepada semuanya itu. Saat teduh dan doa pribadi, apakah kita menganggapnya sebagai waktu yang sulit untuk ditekuni atau sebaliknya menjadi waktu yang sangat kita nanti-nantikan? Seharusnya jam-jam saat teduh dan doa pribadi adalah jam-jam yang kita nanti-nantikan.
B.4. MEMBAGIKAN (M4)
Saling berbagi kesaksianlah dengan saudara seiman bagaimana perjalanan rohani saudara menghadapi naik turun rasa lapar dan haus akan Tuhan.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

