RABU – DIBAHARUI DALAM KEBENARANNYA

21 Juli 2021

By : Hendrik Yulianto
ROMA 12:2, YOH 17:17
A. PENGANTAR

FT didalam Roma 12:2 mengatakan bahwa kita harus mengalami pembaharuan budi (pengertian/pikiran) sehingga kita dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Kata sehingga menunjukkan bahwa perubahan hidup seseorang untuk dapat mengerti kehendak Allah adalah hasil dari sebuah proses yaitu pembaharuan pengertian/pikiran setiap hari. Di dalam sebuah proses apapun, waktu(kesempatan) dan kerja keras (daya tahan, ketekunan dan hasrat) adalah hal yang penting. Jadi selama masih ada waktu yang Tuhan berikan, kita harus terus bekerja keras untuk mengalami pembaharuan pengertian/pikiran kita setiap hari. Namanya proses pasti tidak otomatis, jadi selain peran Tuhan ada peran kita sebagai manusia didalamnya yaitu daya tahan kita, ketekunan dan hasrat kita termasuk didalamnya adalah respon. Pembaharuan pengertian/pikiran tidak terjadi otomatis.
Dalam Kitab Yohanes 17:17, jika kita baca Yohanes pasal 17 ayat 1-26 dengan seksama, kita bisa merasakan Tuhan Yesus mengucapkan doaNya dengan perasaan dan emosi yang mendalam sebab dialog dalam doa tersebut dilakukanNya dengan Bapa disorga. Pastilah setiap perkatan yang ada didalam dialog itu adalah sesuatu yang sangat penting. Dan salah satu bagian dalam dialog tersebut Tuhan Yesus menyinggung mengenai pengudusan orang percaya (Yoh 17:17). Hal ini menunjukkan bahwa penting untuk setiap orang percaya itu dikuduskan. Dikuduskan artinya dikhususkan agar dimiliki oleh Allah saja.
Jadi orang percaya selain dikuduskan oleh darah Yesus untuk menjadi anak-anak Allah, juga harus dikuduskan oleh kebenaran Firman Tuhan. Dan pengudusan oleh kebenaran FT inilah yang disebut dengan pembaharuan pengertian/pikiran. Dan ini tidak terjadi hanya dalam 1 hari, melainkan setiap hari seumur hidup kita.

Jadi untuk mengalami pembaharuan pengertian/pikiran, kita harus dikuduskan dalam kebenaran dan FT adalah kebenaran. Kata kebenaran disini bahasa aslinya adalah aletheia sama seperti yang digunakan saat Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Jalan Kebenaran dan Hidup. Artinya setiap Firman yang keluar dari mulut Allah adalah kebenaran dan jika kita ingin melihat real/actual/ contoh dari Firman itu kita bisa melihat kepada kehidupan Tuhan Yesus. Kita harus belajar dari seluruh kehidupan Tuhan Yesus. Kita harus senantiasa terkoneksi dengan Nya agar kita bisa memiliki pikiran dan perasaan Kristus dalam hidup kita.

PEMBELAJARAN
B.1. MENEMUKAN (M1)

Mari baca Roma 12:2 dan temukan :

  1. Bagaimana agar kita tidak menjadi serupa dengan dunia?
  2. Sehingga apa?
B.2. MERENUNGKAN (M2)

Apakah kita sudah cukup terkoneksi dengan Tuhan selama ini? Mungkin kita masih ibadah, komsel, saat teduh, mengikuti pembacaan Alkitab, dsb. Tapi apakah kita benar-benar merasakan getaran yang kuat koneksi dengan Tuhan itu? Jika tidak, mari temukan kira-kira apa yang menjadi penyebabnya.

B.3. MELAKUKAN (M3)

Ingat didalam semua proses, waktu dan daya tahan, ketekunan dan hasrat adalah faktor penting. Jadi kita harus terus belajar untuk tekun, mempunyai hasrat yang menggebu didalam saat teduh kita, ibadah kita, dan doa pribadi kita agar kita terus mengalami pembaharuan pengertian/pikiran yang benar. Ketika kita membaca FT, mari belajar untuk bukan hanya mengerti tapi sampai pengertian itu mengubah cara berpikir kita yang mana nantinya akan mengubah gaya hidup dan kebiasaan kita dan pada akhirnya mengubah karakter kita. FT itu sangat kaya, bahkan jika kita sudah mendengarnya berulang-ulang pun Allah sanggup mengungkapkan kecerdasanNya kepada kita. Dan rasanya luar biasa jika kita bisa menangkap kecerdasan Tuhan itu dan itu akan mendorong kita untuk terus dan terus mengalami pembaharuan pengertian/pikiran.

B.4. MEMBAGIKAN (M4)

Diskusikan dengan saudara seiman, mentor, sahabat saudara bagaimana caranya agar kita bisa tetap terkoneksi dengan Tuhan? Bagikan kepada yang lain apa yang sudah saudara diskusikan tersebut.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47