06 Agustus 2021
By : Pdm. Rudy Langitan
Kisah Para Rasul 9: 1-19
PENGANTAR
Kisah Para Rasul 9:1-19 Dengan penuh keyakinan dan kepercayaan diri, seorang bernama Saulus yang adalah salah satu murid terbaik Gamaliel guru besar Yahudi waktu itu, bersama rombongan menuju Damsyik. Ia hendak melakukan sweeping atas komunitas baru yang sedang bangkit di antara bangsanya. Dengan semangat membela keyakinannya akan Taurat, ia merasa sedang berjuang bagi Tuhan dan menjaga kesucian nama Yahweh dari pencemaran dan ajaran bid’ah. Namun, di jalan menuju Damaskus itu jugalah hidupnya berubah. Tidak pernah sama lagi, selama-lamanya!. Entah bagaimana, suatu cahaya aneh tiba-tiba menerpanya ketika ia hendak memasuki kota tujuannya itu. Telinganya pun mendengar suatu suara, dan hanya ia sendiri yang dapat mendengarnya. “Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Kata-Nya: “Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat. “ …..

MENEMUKAN (M1)
Tiga hari kemudian, seorang nabi Tuhan bernama Ananias menjumpainya di rumahnya. Mendoakannya dan mengenalkannya kepada pribadi yang telah berbicara kepadanya di tengah jalan itu. Suatu selaput lepas dari matanya. Ia dapat melihat lagi. Ia tahu itu kuasa Tuhan dan pekerjaan Tuhan dalam hidupnya. Hari itu ia dibaptis menjadi pengikut Yesus. Dan bukan hanya itu. Ia menggenapi tujuan Tuhan dalam memanggil dan memilihnya. Menjadi rasul Kristus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi.
- Apa yang dialami Paulus ketika cahaya bersinar dari langit dan mengelilingi dia? (ayat 3-7)
- Apa yang terjadi dengan matanya? (ayat 8-9)
- Apa yang disampaikan oleh Ananias ketika ia menumpangan tangannya atas Saulus dan apa yang terjadi?
MERENUNGKAN (M2)
Perjumpaan dengan Kristus pasti membawa perubahan, Demikianlah yang terjadi dengan Saulus, perjumpaannya ini membawa transformasi pribadi yang hebat, memberikan Saulus hidup yang baru: awal yang baru, harapan baru, sifat baru, kekuatan baru, sudut pandang yang baru dan masa depan yang baru, serta dibebaskan dan dipindahkan dari hukum kutuk kepada hukum kasih karunia Allah yang tak berkesudahan (2 Korintus 5:17), Bahkan lebih dari itu, Saulus diubahkan dari seorang pembenci, penganiaya, pembunuh jemaat Tuhan menjadi alatNya yaitu Rasulnya yang membawa kabar baik bagi bangsa bukan Yahudi.
Tidak ada hal yang paling buruk, bahkan dosa yang dalam/gelap sekalipun dapat diubahkan oleh Tuhan, Apapun kehidupan masa lalu mu, apa pun latar belakangmu. Yesus terlalu sanggup untuk mengubah engkau dan menjadikan engkau alat kemulianNya.

MELAKUKAN (M3)
Jika hari ini engkau merasa bahwa masa lalunya gelap, penuh pemberontakan , bahkan mungkin engkau sudah tidak percaya akan Tuhan, inilah waktu terbaik bagimu untuk berubah alamilah perjumpaan pribadi dengan Dia, Tuhan bukan Tuhan yang jauh , “Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.” (Yehezkiel 11:19-20)
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pada teman-teman yang belum percaya, bahwa Yesus mengasihi mereka, dan sampaikan bahwa “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba”. Ingatkan pada mereka hanya perjumpaan dengan Allah saja yang mampu mengubahkan!
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

