SELASA – IMAN YANG MEMERDEKAKAN DI MULAI DARI RUMAH

17 Agustus 2021

By : Pdt. Freddy K. H. Siregar
Yoh 8:31-36

Kita bersyukur karena kita yg seharusnya telah mati karena dosa, tidak layak dan terbuang karena segala pelanggaran kita, tetapi oleh kasih karunia Allah telah menerima KESELAMATAN, DIMERDEKAKAN, DITEBUS dari segala dosa, dan dijadikan orang benar oleh karena Pengorbanan Yesus di Kayu Salib.
Dan dalam suasana perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia hari ini, marilah kita sejenak mengingat betapa mahal dan berharganya pengorbanan dari pejuang-pejuang yg telah berperang dan berkorban demi kemerdekaan bangsa kita, dilepaskan dari segala belenggu penjajah dan merdeka 76 tahun yg lalu.

MENEMUKAN (M1)

~ Yoh 8:31-36, Maka kataNya kepada orang-orang Yahudi yg percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yg berbuat dosa, adalah hamba dosa.

PERTANYAAN

  1. Ketika kita tetap dalam Firman dan menjadi murid Kristus, hal apakah yg akan kita ketahui yg dapat memerdekakan kita? (ay.31-32)
  2. Disebut sebagai hamba apakah orang yg berbuat dosa?

MERENUNGKAN (M2)

Keselamatan didalam Kristus bukanlah hanya sekedar percaya bahwa Allah itu Esa, karena setan-setanpun percaya dan gemetar (Yak 2:19), tetapi Keselamatan adalah tentang perubahan hidup, yg tadinya mengikut kehendak diri sendiri berubah mengikuti Yesus, yg tadinya pendendam, pemarah, tidak sabaran, dll berubah menjadi pribadi yg mudah mengampuni, lembut, sabar dan penuh kasih, menjadi orang Kristen yg mengalami perubahan hidup, dan dapat mempertanggungjawabkan imannya, dapat menjelaskan alasan kenapa percaya Yesus melalui pikiran, perkataan, dan perbuatannya, sehingga masing-masing anggota keluarga dan orang-orang lain dapat memahaminya.

MELAKUKAN (M3)

Menjadikan Rumah sebagai Gereja adalah suatu cara hidup bagaimana Suami-Istri yg menghidupi kebenaran Firman Tuhan, dalam doa, firman dan perbuatan; suami istri yg saling mengasihi, bersehati, dan menjadi contoh/teladan yg baik bagi anak2 mereka, seperti janji orangtua pada waktu Sakramen Penyerahan Anak: “Bersedia Mendidik dan Melindungi anak didalam jalan Tuhan, menjadi Gambaran Allah yg kelihatan sehingga anak mengenal Allah sebagai Bapa yg kekal.” Anak2 MELIHAT kesalehan, kasih, kesabaran dan pengorbanan orang tuanya yg hidup seperti Kristus;
Dan ketika anak2 atau anggota keluarga MELAKUKAN “kesalahan,” saat “kesepian”, hati lagi “galau”, “baper” dan “bete,” mereka dapat MERASAKAN BUKTI kesalehan, kasih, kesabaran, kehadiran dan pengorbanan orang tuanya: yg tetap mengasihi dan menolong (bukan “memarahi atau memukul”), tetapi menjadi sahabat yg pengertian mau mendengar “curhat” dan membimbing; suatu hubungan yg saling menerima, saling bertumbuh dalam kasih, kesabaran dan saling menghormati sebagai pribadi, sehingga anak2/anggota keluarga yg lain melihat, percaya dan rindu utk mengenal Yesus secara pribadi (1Tes 2:1-10).

MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah pengalaman saudara dalam memahami hidup dalam keselamatan adalah hidup yg berubah, merdeka dan menang terhadap segala dosa/tabiat dosa dalam hubungan dan saling membangun didalam keluarga.

Tuhan Yesus Memberkati

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47