21 Agustus 2021
By : Pdt. Freddy K. H. Siregar
Efesus 5:5-27
Tuhan Yesus mengajarkan dalam Doa Bapa Kami: “Datanglah KerajaanMu” di bumi seperti di sorga. Ini adalah satu doa/permohonan yg meminta supaya Allah memerintah atas keluarga kita, dan mengakuinya dengan menempatkan DIA sebagai Tuan yg memegang otoritas tertinggi atas keluarga kita. Dan berdoa “Jadilah kehendakMu” artinya kita menyerahkan kehendak, tujuan dan rencana2 keluarga kita kepada rencana Tuhan yg kekal, dimana Allah dan kerajaanNya hadir di bumi, di keluarga kita menjadi Sorga yg indah, damai, penuh sukacita, kehangatan dan tawa karena beribadah kepada Allah yg hidup.
Betapa penting utk mengundang dan menghadirkan Kerajaan Sorga di dalam keluarga, dimana setiap anggota keluarga (Bapak, Ibu dan anak) sama2 berperan untuk selalu menciptakan suasana Sorga didalam rumah, mempraktekkan kebenaran Firman Tuhan mulai dari hati, pikiran, perasaan & kehendak yg suci, semua anggota bersehati utk mengutamakan Tuhan dan kepentingan bersama, menciptakan kedamaian dan mengelola semua yang Tuhan percayakan, termasuk masalah atau konflik sebagai bagian dari proses bertumbuh dan saling membangun dalam kasih.

MENEMUKAN (M1):
~ Efesus 5:5-27,Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya utk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yg serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
Pertanyaan:
- Bagaimanakah seharusnya sikap suami-istri sebagai teladan bagi anak2nya di rumah?
- Selain menjadi jemaat kudus & tidak bercela, kualitas apakah yg juga harus ada di jemaat/keluarga?
MERENUNGKAN (M2)
Bagi Keluarga Kristen sebagai gereja mini dalam jemaat, mengikuti teladan Kasih dan pengorbanan Yesus adalah sebagai ukuran kasih dalam setiap hubungan kita di jemaat/keluarga. Tuhan merindukan jemaat/keluarga di hadapan diri-Nya yg cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yg serupa itu:
~ “Cemerlang” artinya bagaimana menjadi keluarga yg ekselen dalam sikap, perkataan dan perbuatan, berkarakter seperti Kristus, tidak saling menyakiti dengan pengabaian, pembiaran apalagi tanpa disiplin;
~”Tanpa cacat atau kerut” artinya semakin dibersihkan oleh firman Tuhan, menang dalam proses besi menajamkan besi, orang menajamkan sesama, dan bertumbuh dalam hikmat pengertian sebagai orang tua, sebagai anak; menemukan karunia, talenta dan mengembangkannya bagi kemuliaan Tuhan.

MELAKUKAN (M3):
Setiap Keramahan akan selalu mendatangkan hal yg positif dalam hubungan antar manusia, dan melahirkan sukacita dan rumah yg sehat bagi keluarga. Keramahan juga adalah salah satu respon bagaimana kita menghargai orang lain (anggota keluarga). Seperti Tuhan Yesus yg ramah, yg menyapa dan mendengar isi hati orang-orang yg dianggap rendah oleh masyarakat sekitarnya, Yesus menyapa Zakheus, menyapa perempuan sundal, menyembuhkan orang2 yg sakit lumpuh, kusta, dst.
Sebutkanlah 2-3 hal yg perlu dilakukan agar semakin baik dalam membangun keramahan, sukacita sorgawi didalam rumah kita.
MEMBAGIKAN (M4)
Ceritakanlah pengalamannya dalam membangun Keramahan dan Sukacita Sorgawi di rumah/keluarga kita.
Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47

