MINGGU – RUMAH SEBAGAI TEMPAT PERLINDUNGAN YANG AMAN

22 Agustus 2021

By : Pdt. Freddy K. H. Siregar
Yeremia 17:9-10, TB

Rumah adalah tempat “Perlindungan yg aman”, “pusat rohani” tempat semua anggota keluarga dapat bertumbuh dalam kasih dan kebenaran menjadi umat yg berkenan kepada Allah. Rumah juga sebagai pusat pelatihan bagaimana kita dilatih utk menjadi pribadi yg mencerminkan karakter & integritas seperti Kristus, menjadi bagian masyarakat, garam & terang dan saksi-saksi Kristus. Rumah juga sebagai tempat yg “paling aman” utk tubuh bertumbuh hingga dewasa, sehat dan kuat; suatu Rumah yg utuh yg berfungsi sebagai tempat yg “sehat & aman” utk tinggal & bertumbuh sebagai anggota keluarga.

MENEMUKAN (M1):

*~Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya._ (Yeremia 17:9-10, TB)

Pertanyaan:
  1. Seperti apakah gambaran hari manusia?
  2. Bagaimanakah Tuhan akan membalas orang yg hatinya manusia yg licik dan membatu?

MERENUNGKAN (M2)

Utk Perubahan HATI MANUSIA perlu pengalaman supranatural, mengalami kasih Allah dan FirmanNya, karena kita tidak bisa mengubah hati orang; dan utk Perubahan PERILAKU manusia diperlukan tindakan NATURAL ALAMI dengan respon: menerima, memahami, mengerti dan mengasihi dengan mendengar dan menuntun kesadaran utk menemukan dan menghidupi kebenaran. HATI MANUSIA hanya akan berubah ketika mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan atau dengan firmanNya. PERILAKU manusia sangat ditentukan oleh bagaimana ia di ajar, diperlakukan pada masa lalunya.
Seringkali manusia berperilaku negatif, krn merasa kurang berharga, kurang diterima; kurang dikasihi dan merasa tidak aman, yg menimbulkan, luka hati, harga diri yg salah sehingga muncul respon pertahanan diri (self defence) suatu respon otomatis manusia utk menjaga dirinya dari serangan/tekanan orang lain.

MELAKUKAN (M3):

Ada begitu banyak peristiwa di dalam keluarga saat masih anak2 yg membuat kita luka, kecewa, sakit hati, marah dan trauma oleh karena menerima perlakuan kasar seperti:
~ Verbal abuse (Kata2 kasar), di bully, dihina, dilecehkan, direndahkan;
~ Physical Abuse (Perlakuan fisik), dipukul/dianiaya, dikurung di tempat gelap, dilecehkan, bahkan
~ Secara *Jiwa/mental, kakak-adik dibeda2kan, dibanding2kan, diasingkan, diusir,
~ Peristiwa Trauma seperti hampir tenggelam, kecelakaan, pernah melukai/melihat orang lain dilukai fisik, takut terhadap benda/peristiwa tertentu,
Seperti Zakheus yg pulih setelah berjumpa dan menceritakan masalahnya kepada Yesus; Tuhan juga mau melihat kita pulih dari segala problema masa lalu dan masa kini dan terus bertumbuh; Karena itu, mari selidiki hati kita dengan menuliskan 2-3 peristiwa masa kanak2 yg paling menyedihkan, paling menghantui, yg membuat takut, atau trauma tidak mau mengingat-ingat peristiwa yg berat itu.

MEMBAGIKAN (M4)

Ceritakanlah pengalaman saudara dalam membangun rumah/keluarga sebagai tempat perlindungan yg aman bagi kita.

Link pembaca renungan: https://forms.gle/fXYnEWDbH8gqjwo47